Lomba menulis: Catatan sahabat peterpan...
oleh Merah Flp Palopo pada 09 Januari 2011 jam 23:32
oleh: lrs chapter luwu timur
Saat sahabatmu terpuruk, apa yang akan engkau lakukan? Apakah akan lebih baik jika kita membencinya daripada merangkulnya? Sahabat ,renungkanlah...
Ketika sahabat salah melangkah, yang perlu kita lakukan adalah memberinya ‘teguran’ dalam rangka saling mengingatkan. Bukan malah sebaiknya. Sahabat adalah sahabat dimasa susah dan senang. Untuk itu, leutika reading society chapter luwu timur mengajak sahabat peterpan untuk menuliskan semua cerita suka duka selama menjadi sahabat peterpan. Semoga memberi suatu hikmah kepada pembacanya...
KETENTUAN LOMBA.
Karya tulis yang dikirimkan haruslah karya sendiri, original dan tidak diikutsertakan pada lomba yang lain atau bersamaan.
Karya tulis berbentuk bebas dengan jumlah kata yang tidak terbatas yang bertemakan “band peterpan atau salah satu personilnya”.(cth; puisi, cermin, cerpen, esai, surat, tulisan tentang lagu atau personil/peterpan yang memberi inspirasi dll).
Menyertakan biodata dalam bentuk cerita/narasi (deskriptif).
Naskah belum pernah dipublikasikan dimedia cetak nasional ataupun daerah.
Naskah yang dikirimkan menjadi milik panitia/penyelenggara lomba.
Apabila memenuhi syarat layak terbit, penulis tidak akan keberatan jika karya tulisnya dibukukan.
Karya tulis tersebut wajib (kecuali puisi) mengandungi bait-bait lagu atau kalimat judul lagu peterpan yang berkaitan dengan maksud penulis dalam menyampaikan harapan, kritik dan saran kepada peterpan ataupun kepada individu personilnya. (cth; Ariel, jika tidak ingin sahabat peterpanmenghapus jejakmu, maka bertaubatlah!)
Untuk karya tulis yang berbentuk puisi, penulis diwajibkan menyertakan catatan untuk peterpan atau salah satu personilnya (dari penulis untuk peterpan/personil) maksimal 200 kata.
Lomba berlangsung sampai dengan tgl 10 Maret 2011. Dan pemenang lomba (insyaallah) di umumkan pada awal bulan April 2011.
Karya tulis dikirim ke email: lrs.luwutimur@gmail.com ataulrs.luwutimur@yahoo.co.id dan di terbitkan di catatan facebook masing-masing dengan menandai Merah Flp Palopo(www.facebook.com/merahcjamak) dan Lrs Luwu Timur (www.facebook.com/lrs.luwutimur ).
Hadiah.
Juara 1: uang tunai Rp. 200,000 + sertifikat + bingkisan buku
Juara 2: uang tunai Rp. 150,000 + sertifikat + bingkisan buku
Juara 3: uang tunai Rp. 100,000 + sertifikat + bingkisan buku
Untuk pertanyaan silakan diajukan ke www.facebook.com/merahcjamak
Selamat mengikuti dan Salam pena...
SUMBER : http://www.facebook.com/notes/merah-flp-palopo/lomba-menulis-catatan-sahabat-peterpan/178802955483304
Saturday, 15 January 2011
Antologi Drama Indonesia 1895-2000
Antologi Drama Indonesia 1895-2000
Description: Literature (Drama) Anthology
Set Box Dimension (w x l x h): 16 x 24.5 x 11 cm.
Set box Weight: 3.000 gr.
Retail Price/Set: Rp. 850.000,-
Description: Berdasarkan kenyataan bahwa karya-karya drama Indonesia—terutama pada zaman revolusi dan sebelumnya—merupakan barang langka di Indonesia, dan tidak mudah didapatkan, Yayasan Lontar berupaya menyusun kompilasi lengkap karya-karya drama tersebut. Dewan Redaksi Yayasan Lontar, dengan bantuan ahli teater Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri, memuat lebih dari enam puluh naskah sandiwara pilihan yang dikelompokkan dalam empat periode yang diterbitkan dalam jilid berbeda: 1895-1930, 1931-1945, 1946-1968, dan 1969-2000. Selain sebagai dokumentasi, diharapkan keempat jilid antologi ini akan berguna untuk mengenal sejarah drama Indonesia dan karya-karya kreatif pada masa sebelumnya agar para dramawan generasi berikutnya dapat belajar dan mengambil inspirasi yang berguna.
Jilid 1: Antologi Drama Indonesia 1895-1930
Authors: H. Krafft, F. Wiggers, Kwee Tek Hoay, Lie Kom Hok, Rustam effendi, Oen Tjhing Tiauw, Andjar Asmara
No. of pages in book: xxix + 269 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 1.7cm
Weight: 500 gr.
ISBN: 979-99858-2-x
Jilid 2: Antologi Drama Indonesia 1931-1945
Authors: Kwee Tek Hoay, Sanusi Pane, Armijn Pane, Saadah Alim, Adlin Affandi, Usmar Ismail, M.D. Alif, Merayu Sukma, Kotot Soekardi, Aoh K. hadimaja, Usmar Ismail
No. of pages in book: xxiv + 305 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 1.8cm
Weight: 520 gr.
ISBN: 979-99858-3-x
Jilid 3: Antologi Drama Indonesia 1946-1968
Authors: D. Suradji, Utuy Tatang Sontani, Mh. Rustandi Kartakusuma, Mohammad Ali, Sitor Situmorang, Nasjah Djamin, Joebaar Ajoeb, Misbach Yusa Biran, Agam Wispi, Motinggo Boesje, Mohamad Diponegoro, B. Soelarto, Arifin C. Noer, Iwan Simatupang.
No. of pages in book: xxiv + 531 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 2.8 cm
Weight: 870 gr.
ISBN: 979-99858-4-6
Jilid 4: Antologi Drama Indonesia 1969-2000
Authors: Iwan Simatupang, Arifin C. Noer, Ikranagara, Kuntowijoyo, Putu Wijaya, Noorca Marendra Massardi, Akhudiat, Rendra, Wisran Hadi, Saini K.M., Yudhistira ANM Massardi, N. Riantiarno, Aspar Paturusi, Afrizal Malna, Emha Ainun Nadjib, Ratna Sarumpaet.
Editorial Board: Sapardi Djoko Damono (chief), John H. McGlynn, Melani Budianta, Nirwan Dewanto, Goenawan Mohamad, Adila Suwarmo Soepeno
Advisory Board: Michael H. Bodden, Matthew Isaac Cohen, Cobina Gillit, Ibnu Wahyudi
Introduction: Sapardi Djoko Damono
Year published: 2009
No. of pages in book: xxiv + 599 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 3.5 cm
Weight 980 gr.
ISBN: 978-979-8083-73-0
Untuk pemesanan dapat dilakukan melalui email ke ami_triani@lontar.org
setelah melakukan pemesanan, pembayaran dapat dilakukan dengan transfer ke:
Yayasan Lontar
Bank Danamon
Bendungan Hilir Branch, Jakarta
No. ACC.4122 180
dan setelah di transfer, bukti pengiriman bisa di email atau di fax ke nomor (021) 572 0353, setelah itu langsung kita kirimkan pesanan ke alamat dengan ongkos kirim tregantung daerah yang dituju.
Terimakasih
Ami Triani
The Lontar Foundation
Jl. Danau Laut Tawar No. 53, Pejompongan, Jakarta 10210 Indonesia
Tel:+62 21 574-6880
sumber dari pesan fb teater bellgombest
Description: Literature (Drama) Anthology
Set Box Dimension (w x l x h): 16 x 24.5 x 11 cm.
Set box Weight: 3.000 gr.
Retail Price/Set: Rp. 850.000,-
Description: Berdasarkan kenyataan bahwa karya-karya drama Indonesia—terutama pada zaman revolusi dan sebelumnya—merupakan barang langka di Indonesia, dan tidak mudah didapatkan, Yayasan Lontar berupaya menyusun kompilasi lengkap karya-karya drama tersebut. Dewan Redaksi Yayasan Lontar, dengan bantuan ahli teater Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri, memuat lebih dari enam puluh naskah sandiwara pilihan yang dikelompokkan dalam empat periode yang diterbitkan dalam jilid berbeda: 1895-1930, 1931-1945, 1946-1968, dan 1969-2000. Selain sebagai dokumentasi, diharapkan keempat jilid antologi ini akan berguna untuk mengenal sejarah drama Indonesia dan karya-karya kreatif pada masa sebelumnya agar para dramawan generasi berikutnya dapat belajar dan mengambil inspirasi yang berguna.
Jilid 1: Antologi Drama Indonesia 1895-1930
Authors: H. Krafft, F. Wiggers, Kwee Tek Hoay, Lie Kom Hok, Rustam effendi, Oen Tjhing Tiauw, Andjar Asmara
No. of pages in book: xxix + 269 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 1.7cm
Weight: 500 gr.
ISBN: 979-99858-2-x
Jilid 2: Antologi Drama Indonesia 1931-1945
Authors: Kwee Tek Hoay, Sanusi Pane, Armijn Pane, Saadah Alim, Adlin Affandi, Usmar Ismail, M.D. Alif, Merayu Sukma, Kotot Soekardi, Aoh K. hadimaja, Usmar Ismail
No. of pages in book: xxiv + 305 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 1.8cm
Weight: 520 gr.
ISBN: 979-99858-3-x
Jilid 3: Antologi Drama Indonesia 1946-1968
Authors: D. Suradji, Utuy Tatang Sontani, Mh. Rustandi Kartakusuma, Mohammad Ali, Sitor Situmorang, Nasjah Djamin, Joebaar Ajoeb, Misbach Yusa Biran, Agam Wispi, Motinggo Boesje, Mohamad Diponegoro, B. Soelarto, Arifin C. Noer, Iwan Simatupang.
No. of pages in book: xxiv + 531 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 2.8 cm
Weight: 870 gr.
ISBN: 979-99858-4-6
Jilid 4: Antologi Drama Indonesia 1969-2000
Authors: Iwan Simatupang, Arifin C. Noer, Ikranagara, Kuntowijoyo, Putu Wijaya, Noorca Marendra Massardi, Akhudiat, Rendra, Wisran Hadi, Saini K.M., Yudhistira ANM Massardi, N. Riantiarno, Aspar Paturusi, Afrizal Malna, Emha Ainun Nadjib, Ratna Sarumpaet.
Editorial Board: Sapardi Djoko Damono (chief), John H. McGlynn, Melani Budianta, Nirwan Dewanto, Goenawan Mohamad, Adila Suwarmo Soepeno
Advisory Board: Michael H. Bodden, Matthew Isaac Cohen, Cobina Gillit, Ibnu Wahyudi
Introduction: Sapardi Djoko Damono
Year published: 2009
No. of pages in book: xxiv + 599 p.
Size (width x length x height): 15.5 x 23.5 x 3.5 cm
Weight 980 gr.
ISBN: 978-979-8083-73-0
Untuk pemesanan dapat dilakukan melalui email ke ami_triani@lontar.org
setelah melakukan pemesanan, pembayaran dapat dilakukan dengan transfer ke:
Yayasan Lontar
Bank Danamon
Bendungan Hilir Branch, Jakarta
No. ACC.4122 180
dan setelah di transfer, bukti pengiriman bisa di email atau di fax ke nomor (021) 572 0353, setelah itu langsung kita kirimkan pesanan ke alamat dengan ongkos kirim tregantung daerah yang dituju.
Terimakasih
Ami Triani
The Lontar Foundation
Jl. Danau Laut Tawar No. 53, Pejompongan, Jakarta 10210 Indonesia
Tel:+62 21 574-6880
sumber dari pesan fb teater bellgombest
Lomba Menulis Kisah : Serba Serbi Ujian Nasional (Gratis!!!!!)
Ujian Nasional selalu saja menjadi magnet yang banyak mengurai cerita baik bagi insan pendidikan, media, pemerintah maupun masyarakat luas. Melalui event ini kami mengajak kepada rekan-rekan untuk menuliskan kisah apapun mengenai ujian nasional dari sudut pandang anda....
Saya mengajak anda mengirimkan kisah berupa:
Persiapan menghadapi Ujian Nasional
Pengalaman menjadi pengawas Ujian Nasional
Kisah menarik ketika ujian nasional (berkesan, menggelikan,menyedihkan, dll)
Ricuhnya pelaksanaan Ujian Nasional
Ujian Nasional si Sulung
Atau kisah apapun yang berhubungan dengan Ujian Nasional...
Syarat, Ketentuan dan Tema:
Tema: SERBA SERBI UJIAN NASIONAL
Naskah harus berbasis KISAH NYATA (dalam bentuk cerita, bahasa menarik, sederhana, berkesan, inspiratif dan mudah dicerna).
Naskah Asli karya sendiri (Ejaan utama ejaan EYD, boleh sedikit disusupi bahasa daerah, bahasa gaul yang harus dijelaskan di foot note)
naskah belum pernah dipublikasi di media cetak komersial nasional dan/atau daerah
Naskah bisa dari pengalaman diri sendiri atau orang lain, bila pengalaman orang lain nama tokoh dan nama tempat harus disamarkan/DIGANTI untuk menjaga privasi.
Untuk Memudahkan info, komunikasi dan koordinasi, maka silahkan tag fb penyelenggara http://www.facebook.com/legophysica08
Adapun hal teknisnya
Ketik dalam MS Word, 4-5 halaman ukuran A4
font: Times New Roman, ukuran 12 spasi: 1,5
Kirim ke: me_muslimnegarawan@ymail.com
subject: SSUN (Judul Naskah +Nama Pengirim Naskah), misal SSUN (My Unforgottable UAN+ Tri Lego Indah )
KIRIM DENGAN FILE ATTACHMENT/LAMPIRKAN FILE, WORD SAVE AS: WORD VERSI 97-2003 documen (JANGAN DI BODY EMAIL)
Posting materi lomba di Note/catatan FB dengan men-tag Tri Lego Indah (http://www.facebook.com/legophysica08 ) , Akhi Dirman Al-amin Full (http://www.facebook.com/profile.php?id=100000482151243), Naqiyyah Syam Full (http://www.facebook.com/profile.php?id=100001120919498)
dan 20 teman lainnya.
SERTAKAN BIODATA SINGKAT TIPE NARASI (di akhir tulisan)
Pengiriman naskah lomba mulai 15 January 2011- 20 February 2011.
Satu Pemenang terbaik akan ditentukan oleh dewan juri :
1. Akhi Dirman Al Amin
2. Naqiyyah Syam
Dan satu pemenang favorite akan dipilih oleh penyelenggara lomba
Hadiah :
-Satu peserta terbaik akan mendapatkan paket buku : Negeri Lima Menara+ Menjadi Pemenang Kehidupan + Skripsi Krispi
-Peserta Favorite akan mendapatkan paket buku : Menjadi Pemenang Kehidupan + Kunci Pribadi Mantap
-Untuk 20 Naskah terpilih akan diikhtiarkan ditawarkan kepada penerbit dan diusahakan launching April 2011 (saat pelaksanaan Ujian Nasional)
Pengumuman pemenang 15 Maret 2011
info terapdet,klik :
http://legosangcreator.blogspot.com/2011/01/ikuti-lomba-menulis-kisah-serba-serbi.html
dan
http://kammiunila.multiply.com/journal/item/13/Ikuti..._Lomba_Menulis_Kisah_Seba_Serbi_Ujian_Nasional_Gratis
SUMBER : http://www.facebook.com/notes/tri-lego-indah/ikuti-lomba-menulis-kisah-serba-serbi-ujian-nasional-gratis/499543352527
Saya mengajak anda mengirimkan kisah berupa:
Persiapan menghadapi Ujian Nasional
Pengalaman menjadi pengawas Ujian Nasional
Kisah menarik ketika ujian nasional (berkesan, menggelikan,menyedihkan, dll)
Ricuhnya pelaksanaan Ujian Nasional
Ujian Nasional si Sulung
Atau kisah apapun yang berhubungan dengan Ujian Nasional...
Syarat, Ketentuan dan Tema:
Tema: SERBA SERBI UJIAN NASIONAL
Naskah harus berbasis KISAH NYATA (dalam bentuk cerita, bahasa menarik, sederhana, berkesan, inspiratif dan mudah dicerna).
Naskah Asli karya sendiri (Ejaan utama ejaan EYD, boleh sedikit disusupi bahasa daerah, bahasa gaul yang harus dijelaskan di foot note)
naskah belum pernah dipublikasi di media cetak komersial nasional dan/atau daerah
Naskah bisa dari pengalaman diri sendiri atau orang lain, bila pengalaman orang lain nama tokoh dan nama tempat harus disamarkan/DIGANTI untuk menjaga privasi.
Untuk Memudahkan info, komunikasi dan koordinasi, maka silahkan tag fb penyelenggara http://www.facebook.com/legophysica08
Adapun hal teknisnya
Ketik dalam MS Word, 4-5 halaman ukuran A4
font: Times New Roman, ukuran 12 spasi: 1,5
Kirim ke: me_muslimnegarawan@ymail.com
subject: SSUN (Judul Naskah +Nama Pengirim Naskah), misal SSUN (My Unforgottable UAN+ Tri Lego Indah )
KIRIM DENGAN FILE ATTACHMENT/LAMPIRKAN FILE, WORD SAVE AS: WORD VERSI 97-2003 documen (JANGAN DI BODY EMAIL)
Posting materi lomba di Note/catatan FB dengan men-tag Tri Lego Indah (http://www.facebook.com/legophysica08 ) , Akhi Dirman Al-amin Full (http://www.facebook.com/profile.php?id=100000482151243), Naqiyyah Syam Full (http://www.facebook.com/profile.php?id=100001120919498)
dan 20 teman lainnya.
SERTAKAN BIODATA SINGKAT TIPE NARASI (di akhir tulisan)
Pengiriman naskah lomba mulai 15 January 2011- 20 February 2011.
Satu Pemenang terbaik akan ditentukan oleh dewan juri :
1. Akhi Dirman Al Amin
2. Naqiyyah Syam
Dan satu pemenang favorite akan dipilih oleh penyelenggara lomba
Hadiah :
-Satu peserta terbaik akan mendapatkan paket buku : Negeri Lima Menara+ Menjadi Pemenang Kehidupan + Skripsi Krispi
-Peserta Favorite akan mendapatkan paket buku : Menjadi Pemenang Kehidupan + Kunci Pribadi Mantap
-Untuk 20 Naskah terpilih akan diikhtiarkan ditawarkan kepada penerbit dan diusahakan launching April 2011 (saat pelaksanaan Ujian Nasional)
Pengumuman pemenang 15 Maret 2011
info terapdet,klik :
http://legosangcreator.blogspot.com/2011/01/ikuti-lomba-menulis-kisah-serba-serbi.html
dan
http://kammiunila.multiply.com/journal/item/13/Ikuti..._Lomba_Menulis_Kisah_Seba_Serbi_Ujian_Nasional_Gratis
SUMBER : http://www.facebook.com/notes/tri-lego-indah/ikuti-lomba-menulis-kisah-serba-serbi-ujian-nasional-gratis/499543352527
Info Lomba Menulis di Blog 2011
"Green Your Mind!"
Kamu blogger yg peduli lingkungan? Senang menulis tema tentang perubahan iklim, polusi, konservasi, dan isu-isu lingkungan lain?
Ikuti Beat Blog Writing Contest.
Hadiah :
- Juara I : uang tunai Rp 5.000.000,00 + Blackberry
- Juara II : Uang tunai Rp 3.000.000,00 + Blackberry
- Juara III : Uang tunai Rp 1.500.000,00 + Blackberry
- 17 nominator akan mendapat hadiah hiburan uang tunai Rp 500.000,00.
- Tulisan para pemenang dan nominator akan diterbitkan dalam sebuah buku.
- Para nominator terpilih akan mendapat kesempatan ikut acara "Report from the Field".
Ketentuan :
- Memiliki blog pribadi dan wajib memasang banner BeatBlog Writing Contest pada blog dan tulisan yg diikutkan dalam lomba.
- Tulisan bertema lingkungan
hidup.
- Karya orisinal, bukan terjemahan, atau contekan (copy paste). Kutipan dan referensi harus disebutkan sumbernya (bisa berupa tautan asal kutipan/referensi tersebut).
- Melakukan pendaftaran di Form Pendaftaran mulai 5 Januari ~ 15 Februari 2011
- Panjang tulisan tidak dibatasi.
- Menggunakan bahasa Indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan, atau bahasa sehari-hari).
Artikel yg diikutsertakan dalam lomba :
a. Artikel baru
b. Artikel lama yg pernah dipublikasikan di Blog peserta paling lama satu tahun, terhitung sejak Januari 2010 dan belum pernah memenangkan lomba apapun.
Batas waktu penyerahan karya penulisan ditunggu hingga tanggal 20 Februari 2011.
Hal-hal yg dijadikan penilaian :
1. Kesesuaian dengan tema
2. Orisinalitas
3. Kreativitas
4. Gaya penyajian.
Dewan Juri :
1. FX. Rudy Gunawan
2. IGG Maha Adi
3. Happy Salma
Info lebih detail silakan kunjungi http://www.vhrmedia.com/
dapatkan info lomba lainnya dihttp://situseni.com/lomba/635-lomba-menulis-januari-februari-2011
Kamu blogger yg peduli lingkungan? Senang menulis tema tentang perubahan iklim, polusi, konservasi, dan isu-isu lingkungan lain?
Ikuti Beat Blog Writing Contest.
Hadiah :
- Juara I : uang tunai Rp 5.000.000,00 + Blackberry
- Juara II : Uang tunai Rp 3.000.000,00 + Blackberry
- Juara III : Uang tunai Rp 1.500.000,00 + Blackberry
- 17 nominator akan mendapat hadiah hiburan uang tunai Rp 500.000,00.
- Tulisan para pemenang dan nominator akan diterbitkan dalam sebuah buku.
- Para nominator terpilih akan mendapat kesempatan ikut acara "Report from the Field".
Ketentuan :
- Memiliki blog pribadi dan wajib memasang banner BeatBlog Writing Contest pada blog dan tulisan yg diikutkan dalam lomba.
- Tulisan bertema lingkungan
hidup.
- Karya orisinal, bukan terjemahan, atau contekan (copy paste). Kutipan dan referensi harus disebutkan sumbernya (bisa berupa tautan asal kutipan/referensi tersebut).
- Melakukan pendaftaran di Form Pendaftaran mulai 5 Januari ~ 15 Februari 2011
- Panjang tulisan tidak dibatasi.
- Menggunakan bahasa Indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan, atau bahasa sehari-hari).
Artikel yg diikutsertakan dalam lomba :
a. Artikel baru
b. Artikel lama yg pernah dipublikasikan di Blog peserta paling lama satu tahun, terhitung sejak Januari 2010 dan belum pernah memenangkan lomba apapun.
Batas waktu penyerahan karya penulisan ditunggu hingga tanggal 20 Februari 2011.
Hal-hal yg dijadikan penilaian :
1. Kesesuaian dengan tema
2. Orisinalitas
3. Kreativitas
4. Gaya penyajian.
Dewan Juri :
1. FX. Rudy Gunawan
2. IGG Maha Adi
3. Happy Salma
Info lebih detail silakan kunjungi http://www.vhrmedia.com/
dapatkan info lomba lainnya dihttp://situseni.com/lomba/635-lomba-menulis-januari-februari-2011
BUKU DEWAN KESENIAN JATIM: ARSITEKTUR KOPROL-ANAS HIDAYAT
Judul: ARSITEKTUR KOPROL
MENYENTIL SURABAYA, MENGGELITIK JAWA TIMUR
Penulis : Anas Hidayat
Editor : Nonot Sukrasmono, Syalabi Hifni, Syahlan Husein, Khusnul Bacri
Pracetak : Ribut Wijoto, Abdul Malik
Design Cover & Layout : Mufian Haris
Cetakan Pertama : Juli 2010
ISBN: 978-602-96092-2-6
Penerbit :
Dewan Kesenian Jawa Timur
Jl Wisata Menanggal Surabaya 60234
Telp/ Fax: 031-8554304
Email: dk_jatim@yahoo.com
Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan (KDT)
Hidayat, Anas
Arsitektur Koprol
Surabaya,
Dewan Kesenian Jawa Timur, 2010
120 hlm.; 21 x 29,7 cm
Untuk mendapatkan buku ini, silakan kontak:
Bapak Nonot Sukrasmono
Ketua Komite Seni Rupa
Dewan Kesenian Jatim
085746740940 dan 031-71775987
e-mail:nonotmono9@gmail.com
Catatan Komite seni rupa
Arsitektur sebagai bagian senirupa, memiliki “perangai” kompleks. Dikatakan fungsional, tetapi daya ciptanya juga bersifat individual seperti senimurni. Lebih dari itu, visi daya ciptanya bisa menerobos ke masa depan dalam hitungan dekade. Bila telah diterima masyarakat,keberadaannya menjadi trend tidak terbendung lagi mengisi seluruh penjuru dunia.
Walaupun dalam realisasinya terjadi percampuran-percampuran dengan kebutuhan lokal, intinya daya cipta arsitek penemunya masih tertanam di dalamnya. Sebagai contoh, ketika berhadapan dengan beberapa gedung bertingkat di kota Surabaya (denangan joglo atau gasebonya), Medan, Makasar, Bali. Di bagian pintu utama ditampilkan (potongan) rumah adat. Karakter setempat ini dipilah-pilah dulu, antara modern dan tradisional, serta pengembangannya yang masuk wilayah seni kontemporer.
Dalam “kacamata” modern, seni bersifat baru dan individual. Berseberangan dengan sifat tradisional. Objeknya lebih tepat disebut artifak budaya (tradisional). Artifak artinya hasil fisik (dari aktivitas budaya) dan budaya bersifat kolektif. Misal, ukir kayu. Keberlanjutannya tetap dikerjakan pada kayu dengan motif tetap sama. Hal ini terus bertahan karena terikat pemaknaan yang bersifat kolektif bagi komunitasnya. Tiruannya berbahan semen dengan motif sama persis, namanya simulacrum (simulasi atau tiruan) dan menjadi seolah-olah tradisional. Perubahannya sudah bergeser masuk ranah senikontemporer (Post-Modernism). Dari sifatnya yang hanya tempelan (di pintu
masuk utama), kategorinya (dalam seni kontemporer) hybrid (campuran). Dapat juga dikatakan kombinasi oposisi biner (kombinasi pasangan bertentangan), antara modern dan tradisional.
Bangunan aslinya berbentuk kubus. Lahir dari rasionalitas spirit modern.
Giliran Corbusier berpengaruh. Terbukti dari merebaknya (trend) “arsitektur seperti patung” (di internet). Salah satu arsiteknya ialah Daniel Libeskind. Bersiap-siap bangunan lama (“kubus”, Art Nouveau dan Art Deco) di kota Surabaya tergusur arsitektur gaya Libeskind. Apalagi pemukiman “tradisional” (bukan dalam arti sebenarnya) dan kumuh. Jelas terlihat, setiap muncul gedung baru selalu tergusur. Hasrat gedung baru berkehendak hadir di tengah kota, untuk menunjukkan, kota (Surabaya) yang “diduduki” tidak ketinggalan jaman. Inilah bukti kebenaran (“mitos baru” tentang)
“Dunia Baru dan Jaman Baru” dalam spirit modern. Bagai “Avatar” (wakil atau reinkarnasi Dewa yang hidup di muka bumi) memberi “Pencerahan” tentang hidup baru untuk mengenyahkan nilai dan spirit lama. Tidak mustahil, popularitas Libeskind akan “mengguncang dunia” ketika rancangannya terealisasi menggantikan Menara Kembar WTC. Bila benar, trend atau Dunia Baru dengan Spirit Baru akan muncul.
Terus bagaimana Surabaya khususnya Jawa Timur pada umumnya apakah akan juga bermunculan gedung-gedung pencakarlangit dengan gaya lain dari pada yang lain kita tunggu aja perkembangannya.
Saya berharap semoga buku ini bisa dijadikan referensi dan rujukan bagi pembaca,penikmat dan para creator ,para arsitek untuk lebih memahami salah satu cabang seni ini.
Salam budaya
Surabaya 30 Juni 2010
Nonot Sukrasmono
Ketua Komite Seni Rupa
Dewan Kesenian Jawa Timur.
085746740940 dan 031-71775987
e-mail:nonotmono9@gmail.com
SEKAPUR SIRIH:
Perjalanan Dewan Kesenian Jawa Timur (DK-Jatim) sebagai lembaga publik yang menyertai Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melangsungkan ritual pembangunan sangat menyadari bahwa perubahan dan kompleksitas yang dihadapi merupakan tantangan sekaligus peluang yang perlu disikapi dengan cermat, cepat dan tepat. Dalam menjalankan estafet kepengurusan Periode III DK-jatim sesungguhnya sangat diuntungkan oleh 3 (tiga) faktor utama :
Pertama, Kepengurusan periode 2008-2013 tinggal melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya. Ibarat menuai berkah dari masa tanam 10 tahun yang sangat melelahkan. Sungguh memberikan apresiasi yang tinggi dan merasa berhutang pada kepengurusan sebelumnya.
Kedua, Kepengurusan periode 2008-2013 berada pada sebuah moment kulminasi dari berlangsungnya proses reformasi yang ditandai dengan kian mandirinya masyarakat sipil. Otonomi daerah kian menemukan arah dan bentuknya, transparansi dan profesionalisme pemerintahan kian proporsional, demokrasi kian berlangsung lebih baik dan lain semacamnya, termasuk secara institusional Dewan Kesenian dipahami sebagai bagian dari perangkat negara yang ditandai dengan persetujuan Presiden untuk membentuk Dewan Kesenian Nasional.
Ketiga, kita memasuki peradaban Gelombang IV, yang dipahami bahwa ekonomi kreatif sebagai mata uang baru bagi negara. Hal ini didasari oleh kajian bahwa dalam situasi krisis ekonomi global, justru kekayaan seni budaya dan insan kreatif merupakan modal serta memiliki daya saing tinggi. Para insan kreatif (seniman) tengah ditimang dan dicanangkan tidak hanya untuk memperkokoh ketahanan budaya tapi juga sebagai ujung tombak dalam persaingan ekonomi kreatif yang meng-global ini.
Namun, sangat disadari pula bahwa kekayaan seni budaya Jawa Timur dan peluang yang terbentang ini sangat membutuhkan kesungguhan dan kesediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Dalam kesempatan ini, perlu diurai dengan seksama tentang apa yang telah dicapai dan apa yang hendak digapai untuk dievaluasi secara bersama-sama. Kesungguhan dalam buku ini adalah tahapan penting agar DK-Jatim semakin bermakna dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
ACHMAD FAUZI
Ketua Umum
Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Sekapur Sirih
Catatan Ketua Komite Seni Rupa
Bagian Satu; Sentil Surabaya
01. Genesis Kampung dan Genesis Kota Surabaya
02. Paradoks dan Juling Surabaya
03. Arsitektur yang Bukan Arsitektur
04. Perkembangan Surabaya, antara Uang dan Ruang Kota
05. Surabaya, antara Idrus, Pram, Rendra dan Akhudiat
06. Surabaya Tempo Doeloe, Lalu Apa?
07. Mewarnai Surabaya, Sebuah Interpretasi Imajinatif
08.SDW 2008, Embrio Surabaya Kreatif
.
Bagian Dua; Jungkir-Balik dpavilion architects
09. Re
10. Jatim Park, Goyang Jawa Timuran
11. WBL, Tanjung Kodok yang Melompat Jauh
12. BNS, Sang Pemicu yang Spektakuler
13. Museum Satwa, yang Mengguncang dan Mengejutkan
Bagian Tiga; Gelitik Jawa Timur
14. Mengkinikan Nusantara
15. Majapahit dan Layer Sejarah
16. Ketika Candi Jawa Timur Menjelma Gunungan
17. Contertainer, Arsitektur yang Menghindar
18. Alun-alun Generasi Ketiga
19. Seandainya
20. Habitat, sebuah “Alun-alun” Vertikal
21. Hikayat Gereja Puhsarang, Kediri
22. Pondok Pesantren Turen, Malang; Arsitektur sebagai Laku
Tentang Penulis
Indeks
diambil dari pesan dari fb TEATER BELLGOMBEST
MENYENTIL SURABAYA, MENGGELITIK JAWA TIMUR
Penulis : Anas Hidayat
Editor : Nonot Sukrasmono, Syalabi Hifni, Syahlan Husein, Khusnul Bacri
Pracetak : Ribut Wijoto, Abdul Malik
Design Cover & Layout : Mufian Haris
Cetakan Pertama : Juli 2010
ISBN: 978-602-96092-2-6
Penerbit :
Dewan Kesenian Jawa Timur
Jl Wisata Menanggal Surabaya 60234
Telp/ Fax: 031-8554304
Email: dk_jatim@yahoo.com
Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan (KDT)
Hidayat, Anas
Arsitektur Koprol
Surabaya,
Dewan Kesenian Jawa Timur, 2010
120 hlm.; 21 x 29,7 cm
Untuk mendapatkan buku ini, silakan kontak:
Bapak Nonot Sukrasmono
Ketua Komite Seni Rupa
Dewan Kesenian Jatim
085746740940 dan 031-71775987
e-mail:nonotmono9@gmail.com
Catatan Komite seni rupa
Arsitektur sebagai bagian senirupa, memiliki “perangai” kompleks. Dikatakan fungsional, tetapi daya ciptanya juga bersifat individual seperti senimurni. Lebih dari itu, visi daya ciptanya bisa menerobos ke masa depan dalam hitungan dekade. Bila telah diterima masyarakat,keberadaannya menjadi trend tidak terbendung lagi mengisi seluruh penjuru dunia.
Walaupun dalam realisasinya terjadi percampuran-percampuran dengan kebutuhan lokal, intinya daya cipta arsitek penemunya masih tertanam di dalamnya. Sebagai contoh, ketika berhadapan dengan beberapa gedung bertingkat di kota Surabaya (denangan joglo atau gasebonya), Medan, Makasar, Bali. Di bagian pintu utama ditampilkan (potongan) rumah adat. Karakter setempat ini dipilah-pilah dulu, antara modern dan tradisional, serta pengembangannya yang masuk wilayah seni kontemporer.
Dalam “kacamata” modern, seni bersifat baru dan individual. Berseberangan dengan sifat tradisional. Objeknya lebih tepat disebut artifak budaya (tradisional). Artifak artinya hasil fisik (dari aktivitas budaya) dan budaya bersifat kolektif. Misal, ukir kayu. Keberlanjutannya tetap dikerjakan pada kayu dengan motif tetap sama. Hal ini terus bertahan karena terikat pemaknaan yang bersifat kolektif bagi komunitasnya. Tiruannya berbahan semen dengan motif sama persis, namanya simulacrum (simulasi atau tiruan) dan menjadi seolah-olah tradisional. Perubahannya sudah bergeser masuk ranah senikontemporer (Post-Modernism). Dari sifatnya yang hanya tempelan (di pintu
masuk utama), kategorinya (dalam seni kontemporer) hybrid (campuran). Dapat juga dikatakan kombinasi oposisi biner (kombinasi pasangan bertentangan), antara modern dan tradisional.
Bangunan aslinya berbentuk kubus. Lahir dari rasionalitas spirit modern.
Giliran Corbusier berpengaruh. Terbukti dari merebaknya (trend) “arsitektur seperti patung” (di internet). Salah satu arsiteknya ialah Daniel Libeskind. Bersiap-siap bangunan lama (“kubus”, Art Nouveau dan Art Deco) di kota Surabaya tergusur arsitektur gaya Libeskind. Apalagi pemukiman “tradisional” (bukan dalam arti sebenarnya) dan kumuh. Jelas terlihat, setiap muncul gedung baru selalu tergusur. Hasrat gedung baru berkehendak hadir di tengah kota, untuk menunjukkan, kota (Surabaya) yang “diduduki” tidak ketinggalan jaman. Inilah bukti kebenaran (“mitos baru” tentang)
“Dunia Baru dan Jaman Baru” dalam spirit modern. Bagai “Avatar” (wakil atau reinkarnasi Dewa yang hidup di muka bumi) memberi “Pencerahan” tentang hidup baru untuk mengenyahkan nilai dan spirit lama. Tidak mustahil, popularitas Libeskind akan “mengguncang dunia” ketika rancangannya terealisasi menggantikan Menara Kembar WTC. Bila benar, trend atau Dunia Baru dengan Spirit Baru akan muncul.
Terus bagaimana Surabaya khususnya Jawa Timur pada umumnya apakah akan juga bermunculan gedung-gedung pencakarlangit dengan gaya lain dari pada yang lain kita tunggu aja perkembangannya.
Saya berharap semoga buku ini bisa dijadikan referensi dan rujukan bagi pembaca,penikmat dan para creator ,para arsitek untuk lebih memahami salah satu cabang seni ini.
Salam budaya
Surabaya 30 Juni 2010
Nonot Sukrasmono
Ketua Komite Seni Rupa
Dewan Kesenian Jawa Timur.
085746740940 dan 031-71775987
e-mail:nonotmono9@gmail.com
SEKAPUR SIRIH:
Perjalanan Dewan Kesenian Jawa Timur (DK-Jatim) sebagai lembaga publik yang menyertai Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melangsungkan ritual pembangunan sangat menyadari bahwa perubahan dan kompleksitas yang dihadapi merupakan tantangan sekaligus peluang yang perlu disikapi dengan cermat, cepat dan tepat. Dalam menjalankan estafet kepengurusan Periode III DK-jatim sesungguhnya sangat diuntungkan oleh 3 (tiga) faktor utama :
Pertama, Kepengurusan periode 2008-2013 tinggal melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya. Ibarat menuai berkah dari masa tanam 10 tahun yang sangat melelahkan. Sungguh memberikan apresiasi yang tinggi dan merasa berhutang pada kepengurusan sebelumnya.
Kedua, Kepengurusan periode 2008-2013 berada pada sebuah moment kulminasi dari berlangsungnya proses reformasi yang ditandai dengan kian mandirinya masyarakat sipil. Otonomi daerah kian menemukan arah dan bentuknya, transparansi dan profesionalisme pemerintahan kian proporsional, demokrasi kian berlangsung lebih baik dan lain semacamnya, termasuk secara institusional Dewan Kesenian dipahami sebagai bagian dari perangkat negara yang ditandai dengan persetujuan Presiden untuk membentuk Dewan Kesenian Nasional.
Ketiga, kita memasuki peradaban Gelombang IV, yang dipahami bahwa ekonomi kreatif sebagai mata uang baru bagi negara. Hal ini didasari oleh kajian bahwa dalam situasi krisis ekonomi global, justru kekayaan seni budaya dan insan kreatif merupakan modal serta memiliki daya saing tinggi. Para insan kreatif (seniman) tengah ditimang dan dicanangkan tidak hanya untuk memperkokoh ketahanan budaya tapi juga sebagai ujung tombak dalam persaingan ekonomi kreatif yang meng-global ini.
Namun, sangat disadari pula bahwa kekayaan seni budaya Jawa Timur dan peluang yang terbentang ini sangat membutuhkan kesungguhan dan kesediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Dalam kesempatan ini, perlu diurai dengan seksama tentang apa yang telah dicapai dan apa yang hendak digapai untuk dievaluasi secara bersama-sama. Kesungguhan dalam buku ini adalah tahapan penting agar DK-Jatim semakin bermakna dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
ACHMAD FAUZI
Ketua Umum
Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Sekapur Sirih
Catatan Ketua Komite Seni Rupa
Bagian Satu; Sentil Surabaya
01. Genesis Kampung dan Genesis Kota Surabaya
02. Paradoks dan Juling Surabaya
03. Arsitektur yang Bukan Arsitektur
04. Perkembangan Surabaya, antara Uang dan Ruang Kota
05. Surabaya, antara Idrus, Pram, Rendra dan Akhudiat
06. Surabaya Tempo Doeloe, Lalu Apa?
07. Mewarnai Surabaya, Sebuah Interpretasi Imajinatif
08.SDW 2008, Embrio Surabaya Kreatif
.
Bagian Dua; Jungkir-Balik dpavilion architects
09. Re
10. Jatim Park, Goyang Jawa Timuran
11. WBL, Tanjung Kodok yang Melompat Jauh
12. BNS, Sang Pemicu yang Spektakuler
13. Museum Satwa, yang Mengguncang dan Mengejutkan
Bagian Tiga; Gelitik Jawa Timur
14. Mengkinikan Nusantara
15. Majapahit dan Layer Sejarah
16. Ketika Candi Jawa Timur Menjelma Gunungan
17. Contertainer, Arsitektur yang Menghindar
18. Alun-alun Generasi Ketiga
19. Seandainya
20. Habitat, sebuah “Alun-alun” Vertikal
21. Hikayat Gereja Puhsarang, Kediri
22. Pondok Pesantren Turen, Malang; Arsitektur sebagai Laku
Tentang Penulis
Indeks
diambil dari pesan dari fb TEATER BELLGOMBEST
Lomba Menulis Cerita
Deadline: 31 Januari 2011
YContest! (YourContest) adalah Kontes Kreatif dengan tema Share Pengalaman Hijau. Yaitu pengalaman kamu dalam hal membantu menghijaukan kehidupan di sekitarmu, dari mulai kegiatan-kegiatan kecil tentang kebersihan, pengalaman usaha kamu dalam menghijaukan lingkungan atau kegiatan besar; pengabdian masyarakat, kegiatan amal sosial, atau kegiatan yang lain yang bahkan sampai merubah hidup kamu, sangat terkenang.
YContest! http://yourshopers.com/
?
Pengalaman dapat ditulis dalam bentuk cerita narasi. Kamu dapat membuat cerita kamu di Notes Facebook dengan syarat akun contest ini di-tag di dalam notes tersebut. Cerita pengalaman berformat bebas selayaknya kamu cerita ataupun curhat. format juga dapat dalam bentuk karya ilmiah, intinya bebas sebebas kreatifitas kamu. Dalam judul notes ditambahka tulisan [YContest!]. contoh : [YContest!] Berhijau dengan sepetik daun.
Tema: YOUREnvironment, deskripsikan bagaimana kamu menjaga lingkunganmu dengan caramu sendiri
Sasaran: Pelajar dan Mahasiswa
Bentuk: Narasi/Deskripsi/Persuasi/Eksposisi, dibebaskan pada penulis, yang penting enak dibaca, hehehe (boleh pake gambar, no narsis, no alay)
Ketentuan:
* belum pernah dipublikasikan sebelumnya dalam media apapun
* 3500-4000 karakter
* Mengetag YContest! pada tiap notes yang diikutsertakan
* Bila notes yang sama ingin ditag ke orang yang berbeda (sekali tag sampe full), boleh mengetag notes yang sama pada orang yang berbeda dengan tetap mengetag YContest!
baca lebih lanjut di http://www.situseni.com/lomba/651-lomba-menulis-cerita
YContest! (YourContest) adalah Kontes Kreatif dengan tema Share Pengalaman Hijau. Yaitu pengalaman kamu dalam hal membantu menghijaukan kehidupan di sekitarmu, dari mulai kegiatan-kegiatan kecil tentang kebersihan, pengalaman usaha kamu dalam menghijaukan lingkungan atau kegiatan besar; pengabdian masyarakat, kegiatan amal sosial, atau kegiatan yang lain yang bahkan sampai merubah hidup kamu, sangat terkenang.
YContest! http://yourshopers.com/
?
Pengalaman dapat ditulis dalam bentuk cerita narasi. Kamu dapat membuat cerita kamu di Notes Facebook dengan syarat akun contest ini di-tag di dalam notes tersebut. Cerita pengalaman berformat bebas selayaknya kamu cerita ataupun curhat. format juga dapat dalam bentuk karya ilmiah, intinya bebas sebebas kreatifitas kamu. Dalam judul notes ditambahka tulisan [YContest!]. contoh : [YContest!] Berhijau dengan sepetik daun.
Tema: YOUREnvironment, deskripsikan bagaimana kamu menjaga lingkunganmu dengan caramu sendiri
Sasaran: Pelajar dan Mahasiswa
Bentuk: Narasi/Deskripsi/Persuasi/Eksposisi, dibebaskan pada penulis, yang penting enak dibaca, hehehe (boleh pake gambar, no narsis, no alay)
Ketentuan:
* belum pernah dipublikasikan sebelumnya dalam media apapun
* 3500-4000 karakter
* Mengetag YContest! pada tiap notes yang diikutsertakan
* Bila notes yang sama ingin ditag ke orang yang berbeda (sekali tag sampe full), boleh mengetag notes yang sama pada orang yang berbeda dengan tetap mengetag YContest!
baca lebih lanjut di http://www.situseni.com/lomba/651-lomba-menulis-cerita
Inilah 4 Novel Unggulan Hasil Sayembara DKJ
Inilah 4 Novel Unggulan Hasil Sayembara DKJ
Sabtu, 15 Januari 2011 - 02:34 wib
Arpan Rachman - Okezone
Ilustrasi (Foto istimewa)
JAKARTA – Tidak ada pemenang utama dalam Sayembara Menulis Novel di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2010. Pengumuman yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 14, Januari 2011, hanya menganugerahkan 4 orang sebagai unggulan.
“Kami membaca 254 naskah novel dalam 3 bulan dan mengadakan 3 kali rapat yang dua rapat pertama berlangsung alot dengan perbedaan pendapat antarjuri. Hanya pada rapat terakhir diambil kata sepakat memutuskan tidak ada pemenang utama dalam sayembara kali ini,” kata Anton Kurnia yang memberikan sambutan mewakili dua Dewan Juri lainnya, yakni Sapardi Joko Damono dan AS Laksana, Jumat, 14 Januari 2011 malam.
Keempat pemenang unggulan tersebut, masing-masing Ramalda Akmal, Wisran Hadi, Hendri Teja, dan Arafat Nur. Mereka dinilai memproduksi novel layak menang dalam perhelatan syaembara DKJ 2010. Lomba menulis novel itu sendiri diadakan setiap dua tahun sejak 2006. Tetapi menurut sejarahnya, sejak 1974 hingga 1984 even ini pernah digelar setiap tahun.
Dalam pertanggungjawaban Dewan Juri yang dikemukakan Anton, dikatakan, ada 4 naskah novel yang dikategorikan memenuhi syarat baik dari poin penilaian dan mekanisme penentuan pemenang.
“Perdebatan cukup alot terjadi di rapat ketiga atau rapat terakhir. Selama tiga setengah jam dewan juri akhirnya memilih hanya empat unggulan dan tanpa pemenang,” tandas Anton.
Keempat novel yang menjadi novel unggulan Sayembara Menulis Novel DKJ 2010 adalah Persiden, Lampuki, Jatisaba, Memoar Alang-alang. (fer)
Sinopsis Singkat 4 Novel Unggulan Sayembara DKJ
Sabtu, 15 Januari 2011 - 02:45 wib
Arpan Rachman - Okezone
JAKARTA – Otoritas penjurian dalam sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2010 oleh Komite Sastra DKJ selaku panitia diserahkan sepenuhnya kepada Anton Kurnia, AS Laksana, dan Sapardi Djoko Damono.
“Seperti akan sepi peminat, ternyata kami menerima 277 naskah novel yang sebagian besar masuk di hari terakhir,” kata Anton Kurnia, salah satu dewan juri, kepada okezone di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat, 14 Januari 2011.
Empat pengarang dinyatakan sebagai pemenang unggulan, yakni Ramalda Akmal, Wisran Hadi, Hendri Teja, dan Arafat Nur. Inilah petikan 4 novel berikut argumen kemenangannya dari kacamata dewan juri.
Berikut sinposis singkat empat novel:
1. Persiden
Novel berlatar belakang budaya Minangkabau yang coba mengangkat lokalitas dan persoalan adat dengan cara pandang dan bentuk baru yang kritis. Tradisi dipertanyakan dan dibenturkan dengan kenyataan dan modernitas, bukan dimamah dan ditelan mentah-mentah. Alur bercabang di akhir novel ini lebih menarik dan tidak konvensional.
2. Lampuki
Berlatar Aceh pada masa Daerah Operasi Militer (DOM), novel ini adalah satire cerdas tentang gebalau konflik TNI versus GAM, yang pada ujungnya menyengsarakan rakyat kecil. Dengan bahan cerita yang sangat emosional bagi rakyat Aceh, novel Lampuki mampu menjaga penokohan tidak menjadi hitam-putih, kendati karakterisasi tokoh utama/narator terasa kurang pendalaman. Upaya menyiasati bentuk tampak pada alur dan penokohan yang tidak linear.
3. Jatisaba
Beragam karakter dimunculkan dalam cerita ini dan tertangani cukup baik. Hanya tokoh Sitas, perempuan kasar dan tukang bergunjing, kadang-kadang bersuara terlalu cerdas untuk karakter yang mendekati dungu. Menggarap masalah trafficking, yang dilakukan dengan kedok pengiriman TKI, novel ini dituturkan melalui sudut pandang si pelaku kejahatan, seorang perempuan yang sebelumnya juga menjadi korban kejahatan tersebut. Perempuan itu kembali ke desanya yang melarat dan kacau oleh situasi politik Pilkades, mengkhianati kenangannya sendiri, mengkhianati kawan-kawan lama, dengan siapa sesungguhnya ia selalu ingin bersama-sama.
4. Memoar Alang-alang
Novel berlatar historis ini diilhami kisah hidup tokoh faktual Tan Malaka (1896-1949). Penulis tampak berupaya melakukan riset untuk menghidupkan latar awal abad kedua puluh di Sumatra, Jawa, dan Belanda serta atmosfer pergerakan nasional di tengah kungkungan kolonialisme. Sejumlah kejadian penting yang membangun watak, melandasi pilihan politik dan sikap hidup karakter utama berhasil dihidupkan dalam adegan-adegan yang menarik. Bangun cerita yang disusun lumayan memikat. Kisah cinta segitiga yang disusupkan di antara jalinan utama cerita menghindarkan novel ini dari keterjerumusan menjadi sebuah risalah propaganda yang kering.(fer)
sumber dari pesan fb abdul malik melalui teater BELLGOMBEST
Sabtu, 15 Januari 2011 - 02:34 wib
Arpan Rachman - Okezone
Ilustrasi (Foto istimewa)
JAKARTA – Tidak ada pemenang utama dalam Sayembara Menulis Novel di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2010. Pengumuman yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 14, Januari 2011, hanya menganugerahkan 4 orang sebagai unggulan.
“Kami membaca 254 naskah novel dalam 3 bulan dan mengadakan 3 kali rapat yang dua rapat pertama berlangsung alot dengan perbedaan pendapat antarjuri. Hanya pada rapat terakhir diambil kata sepakat memutuskan tidak ada pemenang utama dalam sayembara kali ini,” kata Anton Kurnia yang memberikan sambutan mewakili dua Dewan Juri lainnya, yakni Sapardi Joko Damono dan AS Laksana, Jumat, 14 Januari 2011 malam.
Keempat pemenang unggulan tersebut, masing-masing Ramalda Akmal, Wisran Hadi, Hendri Teja, dan Arafat Nur. Mereka dinilai memproduksi novel layak menang dalam perhelatan syaembara DKJ 2010. Lomba menulis novel itu sendiri diadakan setiap dua tahun sejak 2006. Tetapi menurut sejarahnya, sejak 1974 hingga 1984 even ini pernah digelar setiap tahun.
Dalam pertanggungjawaban Dewan Juri yang dikemukakan Anton, dikatakan, ada 4 naskah novel yang dikategorikan memenuhi syarat baik dari poin penilaian dan mekanisme penentuan pemenang.
“Perdebatan cukup alot terjadi di rapat ketiga atau rapat terakhir. Selama tiga setengah jam dewan juri akhirnya memilih hanya empat unggulan dan tanpa pemenang,” tandas Anton.
Keempat novel yang menjadi novel unggulan Sayembara Menulis Novel DKJ 2010 adalah Persiden, Lampuki, Jatisaba, Memoar Alang-alang. (fer)
Sinopsis Singkat 4 Novel Unggulan Sayembara DKJ
Sabtu, 15 Januari 2011 - 02:45 wib
Arpan Rachman - Okezone
JAKARTA – Otoritas penjurian dalam sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2010 oleh Komite Sastra DKJ selaku panitia diserahkan sepenuhnya kepada Anton Kurnia, AS Laksana, dan Sapardi Djoko Damono.
“Seperti akan sepi peminat, ternyata kami menerima 277 naskah novel yang sebagian besar masuk di hari terakhir,” kata Anton Kurnia, salah satu dewan juri, kepada okezone di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat, 14 Januari 2011.
Empat pengarang dinyatakan sebagai pemenang unggulan, yakni Ramalda Akmal, Wisran Hadi, Hendri Teja, dan Arafat Nur. Inilah petikan 4 novel berikut argumen kemenangannya dari kacamata dewan juri.
Berikut sinposis singkat empat novel:
1. Persiden
Novel berlatar belakang budaya Minangkabau yang coba mengangkat lokalitas dan persoalan adat dengan cara pandang dan bentuk baru yang kritis. Tradisi dipertanyakan dan dibenturkan dengan kenyataan dan modernitas, bukan dimamah dan ditelan mentah-mentah. Alur bercabang di akhir novel ini lebih menarik dan tidak konvensional.
2. Lampuki
Berlatar Aceh pada masa Daerah Operasi Militer (DOM), novel ini adalah satire cerdas tentang gebalau konflik TNI versus GAM, yang pada ujungnya menyengsarakan rakyat kecil. Dengan bahan cerita yang sangat emosional bagi rakyat Aceh, novel Lampuki mampu menjaga penokohan tidak menjadi hitam-putih, kendati karakterisasi tokoh utama/narator terasa kurang pendalaman. Upaya menyiasati bentuk tampak pada alur dan penokohan yang tidak linear.
3. Jatisaba
Beragam karakter dimunculkan dalam cerita ini dan tertangani cukup baik. Hanya tokoh Sitas, perempuan kasar dan tukang bergunjing, kadang-kadang bersuara terlalu cerdas untuk karakter yang mendekati dungu. Menggarap masalah trafficking, yang dilakukan dengan kedok pengiriman TKI, novel ini dituturkan melalui sudut pandang si pelaku kejahatan, seorang perempuan yang sebelumnya juga menjadi korban kejahatan tersebut. Perempuan itu kembali ke desanya yang melarat dan kacau oleh situasi politik Pilkades, mengkhianati kenangannya sendiri, mengkhianati kawan-kawan lama, dengan siapa sesungguhnya ia selalu ingin bersama-sama.
4. Memoar Alang-alang
Novel berlatar historis ini diilhami kisah hidup tokoh faktual Tan Malaka (1896-1949). Penulis tampak berupaya melakukan riset untuk menghidupkan latar awal abad kedua puluh di Sumatra, Jawa, dan Belanda serta atmosfer pergerakan nasional di tengah kungkungan kolonialisme. Sejumlah kejadian penting yang membangun watak, melandasi pilihan politik dan sikap hidup karakter utama berhasil dihidupkan dalam adegan-adegan yang menarik. Bangun cerita yang disusun lumayan memikat. Kisah cinta segitiga yang disusupkan di antara jalinan utama cerita menghindarkan novel ini dari keterjerumusan menjadi sebuah risalah propaganda yang kering.(fer)
sumber dari pesan fb abdul malik melalui teater BELLGOMBEST
Subscribe to:
Comments (Atom)