Juara I, Laily Rohmah R (Mojokerto)*
Juara II, Bilqis Nur Musthofa (Surabaya)
Juara III, Leny Ayu M. (Mojokerto)
Juara Harapan I, Amelia Lelita (Mojokerto)
Juara Harapan II, Efvantisa Fananda (Mojokerto)
Juara Harapan III, M. Ridwan (Mojokerto)
*pada nomor daftar ulang, juara I adalah nomor urut 3. Namun saat teknis membaca, nomor urut 2 dan nomor urut 3 bertukar tempat, jadi nomor urut 2 tukar dengan nomor urut 3. Nomor urut registrasi nomor 2 atas nama Laily Rahmah R dan nomor urut registrasi 3, Veronika. Setelah dikonfirmasi, jadi pemenangnya adalalah Laily Rahma R bukan Veronica M.
Showing posts with label menulis dan membaca puisi. Show all posts
Showing posts with label menulis dan membaca puisi. Show all posts
Thursday, 26 November 2015
Tuesday, 29 September 2015
Peringatan Dies Natalis ke-8 KAJ (Lomba Baca Puisi, Peluncuran plus Diskusi Buku, dan Jalan Santai)
Tepat
pada 12 Oktober 2015, Komunitas Arek Japan (KAJ) telah melakukan perjuangan
selama 8 tahun di bidang kesenian, khususnya kesusastraan. Berkaitan dengan
itu, sebagai bentuk syukur KAJ menyelenggarakan dies natalis ke-8 bertema “Bersama
Masyarakat Merajut Sastra”. Kegiatan
tersebut akan dilaksanakan selama 2 hari yakni Sabtu-Minggu, 24-25 Oktober 2015
bertempat di Sanggar KAJ, Jalan Mbah Jambu Londen RT 01 RW 01, Mojosulur,
Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Rangkaian Kegiatan
Peristiwa
spesial ini, KAJ akan membuat sebuah kegiatan untuk meningkatkan kesusastraan
di Mojokerto, khususnya Mojosari dan bentuk simbiosis sosial antara sanggar KAJ
dengan masyarakat. Garis besar kegiatan tersebut dikerucutkan menjadi beberapa kegiatan
berikut:
1. Lomba
Baca Puisi
Ketentuan
Lomba
a.
Peserta
adalah WNI berusia 12-20 tahun.
b.
Fotokopi
KTP/kartu pelajar/rekomendasi dari lembaga/komunitas/organisasi (salah satu).
c.
Melakukan
Registrasi di sekretariat (sanggar KAJ) dengan membayar adminitrasi dan mengisi
formulir pendaftaran. Biaya pendaftaran Rp25.000. Bisa langsung datang ke sanggar KAJ atau via tranfer kemudian konfirmasi kepada panitia dengan menyertakan bukti transfer.
d.
Membaca 1 puisi dari 8 pilihan puisi (puisi yang sudah disediakan panitia). Puisi akan diberikan
saat registrasi. Saat pembacaan boleh menggunakan instrumen atau peragaan tetapi fokus utama tetap pada baca puisinya, tidak mengarah kepada musikalisasi puisi atau teaterikal puisi.
e.
Lomba
diselenggarakan hari Sabtu, 24 Oktober 2015 pukul 08.00-selesai.
f.
Pengumuman
juara pada hari Minggu, 25 Oktober 2015 bersamaan dengan pembagian hadiah jalan santai.
g.
Diambil
juara 1, 2, dan 3
Juara
1, Piala+sertifikat+uang kreatif (latihan)
Juara
2, piala+sertifikat+uang kreatif (latihan)
Juara
3, piala+sertifikat+uang kreatif (latihan)
2. Peluncuran
Buku Puisi dan Cerpen KAJ
Rangkaian Kedua ini merupakan sebuah
wujud kreatif dan produktivitas KAJ. Bentuk yang dipilih pada kali ini yakni
meluncurkan buku puisi Ojek Payung dan
buku cerpen Pada Suatu Senja yang Mesra. Peluncuran
buku ini dilaksanakan pada hari Minggu, pukul 15.00 wib di Gazebo KAJ. Acara
ini selain menikmati diskusi—tentunya juga kopi gratis—disediakan 20 buku yang akan dibagikan dengan cuma-cuma kepada peserta diskusi
(semoga kawan-kawan beruntung ya).
3. Jalan
Santai
Program yang ketiga ini merupakan program
dalam bentuk sosial dengan tujuan mempererat silaturrahim KAJ dengan
masyarakat. Program ini terbuka untuk umum, tidak hanya warga Dusun
Londen-Mojosulur—sebagai tempat bernaung KAJ—, tetapi bisa pelajar, mahasiswa,
pemerintah, seniman, dll. Program ini selain sebagai bentuk menjaga
fisik—karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat—juga seperti
acara jalan santai pada umumnya,
yakni akan ada hadiah-hadiah menarik. Persyaratan program ini yakni hanya
dengan membeli kupon jalan santai—terdiri dari dua nomor, satu dipegang sendiri
dan satunya akan diberikan kepada panitia di saat jalan santai—yang bisa dibeli
di Sanggar KAJ. Acara ini pada hari Minggu, 25 Oktober 2015, pukul 06.30 WIB
dengan rute dimulai dari Sanggar KAJ
menuju Mojosulur-putar balik-kembali ke Sanggar KAJ. Acara ini nanti akan ada performen sepanjang rute jalan santai.
Pada kegiatan ini, dibuka ruang apresiasi. Jadi, bila kawan-kawan ingin berpartisipasi atau kelompok musiknya ingin berbagi karya dipersilakan menghubungi nara hubung kami.
Daftar kelompok yang sudah konfirmasi:
a. LAF Indonesia
b. D'RYLS
c. Mojopahit
4. Ruang Apresiasi
Pada kegiatan ini, dibuka ruang apresiasi. Jadi, bila kawan-kawan ingin berpartisipasi atau kelompok musiknya ingin berbagi karya dipersilakan menghubungi nara hubung kami.
Daftar kelompok yang sudah konfirmasi:
a. LAF Indonesia
b. D'RYLS
c. Mojopahit
Selebihnya,
bila ingin mengetahui informasi lebih lanjut, entah soal rangkaian acara, ingin
mengisi acara di ruang kami ini, atau sebagai donatur/sponsor silakan berkomunikasi
dengan nara hubung dan bisa juga datang ke sanggar KAJ. Bila ingin tahu perihal proses kreatif atau portofolia KAJ bisa klik link ini.
Jalan Mbah Jambu, Londen RT 01 RW 01, Mojosulur, Mojosari, Mojokerto, Jatim, Indonesia. Nara Hubung: Fatoni (082131032384) atau Ayla (085745693047)
Email: komunitasarekjapan@gmail.com
Facebook: Komunitas Arek Japan
Twitter: @komunitasarekjapan
Blog: komunitasarekjapan.blogspot.co.id
Youtube: Komunitas Arek Japan
Acara ini didukung oleh:
- Sastramaya Film
- CV Kupu-kupu Lucu
- Teater Lirih
- Moth Fix
- Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto (DKKM)
- Rumah Belajar KAJ
- Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kab. Mojokerto
- MOEK (Mojokerto Ekspansi)
- Teater Oghael (SMAN 1 Kutorejo, Mojokerto)
- PT Djarum
- PT Ramayana Bakery
- Han's Net
- CV Mustika
- Bintang Sentra Istana Kasur
- Rumah Produksi KAJ
Wednesday, 23 September 2015
Dies Natalis KAJ ke-8
Bulan depan, Oktober, merupakan hari lahir Komunitas Arek Japan (KAJ). Dalam rangka itu, KAJ membuat video dokumenter proses kreatif. Selain itu, juga membuat event dengan tema "Bersama Masyarakat Merajut Sastra". Pada kegiatan kali ini, rangkaian acaranya yakni baca puisi, peluncuran dan diskusi buku, serta jalan santai.
Jika ingin melihat video kami, maka tinggal klik tautan berikut:
https://youtu.be/FO7zn7ZeBHE
Jika ingin melihat video kami, maka tinggal klik tautan berikut:
https://youtu.be/FO7zn7ZeBHE
Thursday, 14 May 2015
List Peserta Workshop Menulis Puisi
Sebelum menuliskan nama-nama yang sudah memastikan mendaftar via sms karena beberapa hari setelah postingan acara disebarkan, banyak bertanya tentang alamat. Jadi sekilas akan kami beri gambaran menuju alamat kami.
Alamat:
KAJ
Jalan Mbah Jambu Londen RT 01 RW 01, Mojosulur, Mojosari, Mojokerto-Jatim
![]() |
| Alur Menuju KAJ |
Bagi Anda yang dari arah Utara berikut rutenya:
Krian ke Selatan menuju Mojosari. Setelah masuk Mojosari Anda akan bertemu Tugu di depan klenteng atau depan pos polisi. Bila belok kiri, menuju Mojokerto. Anda lurus saja. Ketemu tugu lagi, kiri tugu ada Taman Lalu Lintas dan sebelah kanannya ada Ruko Royal. Anda lurus saja, ambil arah Pacet. Sekitar 100 meter ada jalan ke kiri (Jalan Masjid atau Embong Tengah) dan di kanannya (agak maju beberapa meter) ada SMP Widyagama atau SMK Pariwisata. Lah, sebelah kanannya ada gg Londen. Anda masuk gg tersebut, lurus mengikuti jalan. Bila ada jembatan kecil, jalan agak menanjak, di kiri jalan ada pendopo Dusun Londen, maka lurus saja (maksudnya lurus itu nanti Anda akan melewati kos-kosan bertingkat), setelah mentok, belok kanan. Lurus. ketemu perempatan kecil, lurus saja, mentok, di situlah KAJ berada.
Bagi Anda yang dari arah Barat berikut rutenya:
Mojokerto ke Timur menuju Mojosari. Setelah masuk Mojosari Anda akan bertemu Tugu, kanan jalan ada klenteng dan kiri jalan pos polisi. Bila belok kiri, menuju Krian. Anda ambil jalur kanan. Ketemu tugu lagi, kiri tugu ada Taman Lalu Lintas dan sebelah kanannya ada Ruko Royal. Anda lurus saja, ambil arah Pacet. Sekitar 100 meter ada jalan ke kiri (Jalan Masjid atau Embong Tengah) dan di kanannya (agak maju beberapa meter) ada SMP Widyagama atau SMK Pariwisata. Lah, sebelah kanannya ada gg Londen. Anda masuk gg tersebut, lurus mengikuti jalan. Bila ada jembatan kecil, jalan agak menanjak, di kiri jalan ada pendopo Dusun Londen, maka lurus saja (maksudnya lurus itu nanti Anda akan melewati kos-kosan bertingkat), setelah mentok, belok kanan. Lurus. ketemu perempatan kecil, lurus saja, mentok, di situlah KAJ berada.
Bagi Anda yang dari arah Selatan berikut rutenya:
Pacet ke Utara menuju Mojosari. Perempatan lampu merah di Awang-awang. Lurus saja. Ada jalan ke kanan, Jalan Pahlawan Lurus saja. Rumah Sakit Kartini, Anda terus ke utara. Cari gang Londen yang letaknya di sebelah selatannya SMP Widyagama atau SMK Pariwisata. Anda masuk gg tersebut, lurus mengikuti jalan. Bila ada jembatan kecil, jalan agak menanjak, di kiri jalan ada pendopo Dusun Londen, maka lurus saja (maksudnya lurus itu nanti Anda akan melewati kos-kosan bertingkat), setelah mentok, belok kanan. Lurus. ketemu perempatan kecil, lurus saja, mentok, di situlah KAJ berada.
Jika Anda yang dari arah Timur berikut rutenya:
Pasuruan ke Barat menuju Mojosari. Terminal Mojosari, kanan jalan ada pertigaan, Anda ambil lurus saja. Perempatan lampu merah, Anda lurus saja sampai ketemu tugu, kanan tugu ada Taman Lalu Lintas dan depan agak ke kiri sedikit ada Ruko Royal. Anda ambil jalur kiri, arah Pacet. Sekitar 100 meter ada jalan ke kiri (Jalan Masjid atau Embong Tengah) dan di kanannya (agak maju beberapa meter) ada SMP Widyagama atau SMK Pariwisata. Lah, sebelah kanannya ada gg Londen. Anda masuk gg tersebut, lurus mengikuti jalan. Bila ada jembatan kecil, jalan agak menanjak, di kiri jalan ada pendopo Dusun Londen, maka lurus saja (maksudnya lurus itu nanti Anda akan melewati kos-kosan bertingkat), setelah mentok, belok kanan. Lurus. ketemu perempatan kecil, lurus saja, mentok, di situlah KAJ berada.
Semoga rute tersebut bisa membantu. Jika Anda bingung, silakan menghubungi CP kami di nomor Lala (085745693047).
Berkaitan dengan pemberitahuan yang sudah kami sebarkan. Sertifikat hanya diberikan kepada peserta yang mendaftar sebelum hari Jumat, 15 Mei 2015 pukul 15.00 wib. Selebihnya tidak mendapat sertifikat. Lalu apakah yang melebihi masih bisa ikut workshop. Bisa. Akan tetapi beberapa fasilitas diutamakan untuk peserta yang sudah mendaftar.
NAMA PESERTA YANG SUDAH MENDAFTAR:
1. Anggi Putri W_Mojoagung-Jombang_Mahasiswa_Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
2. Y. Intan Sari_Empunala-Mojokerto_Kuliah_Universitas PGRI Nganjuk.
3. Vivin Puspandari_Jabon-Mojokerto_Kuliah_STKIP Nganjuk.
4. Elsa Agustin_Jabon_Mojokerto_Sekolah_SMPN 1 Mojoanyar.
5. Mitta Tri wulandari_Karanglo-Mojokerto_Sekolah_SMPN 9 Kota Mojokerto.
6. Vega Asmaul Nur Chotijah_Empunala-Mojokerto_Sekolah_SMPN 9 Kota Mojokerto.
7. Berliana Putri_Kota Mojokerto_Sekolah_SMPN 1 Kota Mojokerto.
8. Moch Rohadi_Dlanggu-Mojokerto_Mahasiswa_Universitas dr. Soetomo Surabaya.
9. Alif F.N._Sooko-Mojokerto_Bekerja_PT Inti Dragon Suryatama.
10. Erida Saysilia_Bangsal-Mojokerto_Bekerja_PT Inti Dragon Suryatama.
11. Rizkiyah Firda_Sidoarjo_Kuliah_Poltekes Surabaya.
12. Ika Nurlaili_Sidoarjo_Kuliah_Poltekes Surabaya.
13. Nisar Ali Sihab_Ngoro-Mojokerto_Pelajar_MAN Mojosari.
14. Mochammad Ludfi Firmansyah_Ngoro-Mojokerto_Pelajar_MAN Mojosari
15. Nihayatul Khusnah_Sooko-Mojokerto_Guru_SDN Brayung 1.
16.
Mar’atus Solikhah_Mojosari-Mojokerto_Kuliah_Universitas Muhammadiyah Malang.
17.
Nur Aniyah_Mojosari-Mojokerto_Guru_SDN Kebondalem.
18.
Wakum Bagus Susilo_Kutorejo-Mojokerto_Kuliah_Universitas Islam Majapahit.
19.
Ras_Gedeg-Mojokerto_Kuliah_Universitas Islam Majapahit.
20.
Isnani Nur Rizqi_Mojoagung-Jombang_Kuliah_STKIP PGRI Jombang.
21.
Alfi Rahmatillah N.F._Puri-Mojokerto_Sekolah_SMA Al-Multazam.
22.
Afifah Wildan U.P._Magersari-Mojokerto_Sekolah_SMA Al-Multazam.
Supported:
-Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Mojokerto
-CV Kupu-kupu Lucu
-MOTH FIX
-MOEK-Mojokerto Ekspansi
Saturday, 18 April 2015
Undangan untuk Perform
Selain aktivitas di sanggar yang berkutat tentang tulis-menulis, kita juga kerap kali diundang dalam event-event. Entah itu untuk melakukan pelatihan menulis, baca puisi, musikal puisi, teater, atau juga bermain musik akustik. Namun tiap kali bermain teater, kami menggunakan nama Teater Lirih. Sengaja diberi nama baru biar sesuai dengan aktivitasnya, sedangkan dalam hal musik selalu menggunakan nama Sampan Tanpa Lautan (STL).
Thursday, 26 February 2015
Kelas Menulis dan Kelas Teater
![]() | |
| Brosur |
Sejak kami berdiri, tahun 2007, dan akhirnya bisa legal serta berbadan hukum melalui notaris Any Umaya pada tahun 2013 dengan registrasi Nomor: 17/III/Reg.BH.PKP/2013/PN. Mkt. Dan barulah di tahun ini, 2015, kami baru bisa membagikan ilmu untuk masyarakat lebih luas. Bentuk berbagi itu kami realisasikan dalam dua hal yakni dunia penulisan dan dunia teater (seperti yang tertera dalam brosur). Akan tetapi dalam brosur itu hanya kami infokan secara umum, sedangkan secara merenik akan kami jelaskan dalam tulisan ini.
Sebelum kelas teater dan kelas menulis itu kami buka, kami membuat acara prakelas secara gratis dan terbuka untuk umum dalam bentuk "Workshop" dan "Talk Show". Pada workshop akan disampaikan tentang seluk-beluk dunia kepenulisan. Kenapa kita membuka kelas menulis? Kenapa kita membuka kelas teater? Kenapa menulis itu penting? Kenapa teater itu penting? Fungsi menulis dalam kehidupan sehari-hari itu untuk apa? Fungsi teater dalam kehidupan sehari-hari itu apa? Pertanyaan-pertanyaan itu akan disampaikan dalam workshop "Asyiknya Kelas Menulis dan Teater" yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Maret 2014. Pukul 09.00 WIB, di sanggar KAJ.
Friday, 2 January 2015
Malam Syukur
Malam Syukur merupakan acara tasyakuran ulang tahun KAJ yang ke-6. Mulai dari persiapan, hingga acara berlangsung. Juga hingga acara usai. Acara ini dilansungkan di sekretariatan 1, di dusun sumbertani RT 04 RW 01, Mojorejo, Pungging, Mojokerto, Jatim. Acara ini, dilangsungkan tanggal 12 Oktober 2013. Acara berlangsung mulai dari pukul 19.30-23.30 WIB.
Kegiatan Sanggar
Waduh Gan, lama kayaknya sudah tidak update di blog, mungkin karena beberapa tahun lalu baru mengenal yang namanya fan page, (halaman) di facebook, sehingga segala bentuk dokumentasi hanya di upload di sana. Ketika barusan dilihat ternyata sudah buanyak dan tidak memungkinkan untuk didownload lalu diupload di sini. Jadi, untuk menengok aktivitas kami selama beberapa tahun lalu (lebih tepatnya 2-3 tahun lalu), klik di link ini.
Namun biar tidak kosong melompok, berikut foto yang bisa dilihat di sini:
Namun biar tidak kosong melompok, berikut foto yang bisa dilihat di sini:
Sunday, 8 May 2011
Kelas Puisi
sajak Assyifa Ilmi Auliya
Kepastian
Aku tahu kau menyayangiku
Kau tahu aku juga menyayangimu
Karena itu pasti
Aku tahu kau mencintaiku
Kau tau aku juga mencintaimu
Karena itu pasti
Kau sedih, aku sedih
Kau senang, aku senang
Itu pasti
Kau memberiku yang terbaik
Aku juga ingin memberi yang terbaik
Itu pasti
Aku tak mau kau pergi
Kau juga tak mau aku pergi
Karena kita saling membutuhkan
Itu pasti
Ku tau itu pasti
Iya, aku yakin akan kepastian itu
Karena kau sangat berarti bagiku
Karena aku juga sangat berarti bagimu
Itu pasti
Karena kau
Orangtuaku............
Sajak Milda Husnul Rosa
Kekecewaan yang mendalam
Kecewa...
Itulah yang pernah dialami oleh insan
Hati terasa hampa
Pikiran
Terasa tergoyah-goyah
Jiwa terasa sakit tak menentu
Kecewa ..
Hal inilah yang telah mengganggu kehidupan
Mengganggu tuk bermuajjah
Sulit rasanya tuk hilang
Sungguh menyakitkan
Kecewa..
Telah merogohi jiwa yang tenang
Merasuk ke dalam tubuh yang dingin
Menusuk darah yang mengalir
Sungguh kekecewaan yang mendalam
Sajak Nihayatul Mardliyah
Menulis
Seakan diserang sekelompok lebah
Ketika sebuah masalah datang bertubi-tubi
Seperti terbakar api
Hati ini merasakan perihnya dilema yang melanda
Namun secepat mobil balap
Rasa perih dan bingung itu hilang
Ketika tangan ini mulai menari-nari
Dengan sebuah pena dan secarik kertas
Ya...
Seperti yang sekarang aku lakukan
Menulis dan menulis
Walaupun terkadang aku tak mengerti
Apa yang aku tulis
Puisi.. ?
Menurutku tidak
Cerpen... ?
Tidak juga
Atau sebuah karangan?
Malah tidak sama sekali
Walaupun begitu aku tidak begitu peduli
Tentang apa yang aku tulis
Yang terpenting, hati ini terasa lega
Ketika aku dapat menulis
Menuliskan semua perasaan
Dan suasana hati yang ku alami
Untuk saat ini
Dan selamanya
Sajak Sakinatul Mardiyah
Ada Kamu
Di saat gelap menghampiriku
Ketakutan merasuki hatiku
Saat tak ada yang dapat kulihat
Cahaya kasihmu kan sinariku
Hingga aku dapat melihatnya
Saat pilu menghampiriku
Hingga luka tertoreh di hatiku
Saat api membakar batinku
Balutan kasihmu kan mengobatiku
Dingin embun kasihmu kan tenangkanku
Jangan kau takut, hiburmu
Saat terang berlalu
Takkan kau biarkan aku lemah
Saat hatiku terluka
Karena kau kan selalu di hatiku
Sajak Nobi Sizuka (Jeny)
Tentang Kau dan Aku
aku nggak pernah menghapus namamu di pikiranku
aku nggak pernah melupakanmu dari aktivitasku
aku akan menyimpan namamu di hatiku
aku akan di sampingmu, ketika kamu membutuhkanku
meskipun kita jarak jauh
kamu harus percaya denganku
bahwa kami akan selalu bersama dan selamanya
aku selalu mengingatmu
setiap menit, setiap jam, setiap waktu
kami selalu cerita bersama di saat waktu yang baik
di moment sebelumnya
aku selalu membuatmu bahagia
meskipun kami tidak bersama
and one again
we were two
but we are one now
and forever. I'll love you
Sajak Andina Firdaus
Aku Merindukan Dirimu
Lama tak bertemu denganmu
Rasa rindu pun muncul di hatiku
Ku rindu dengan senyumanmu
Ku rindu dengan wajahmu
Andai aku tahu
Sedang apa kau di sana
Andai kudapat bertemu denganmu
Sungguh senang sekali hatiku
Aku di sini merenung dan merenung
Merindukan dirimu
Sungguh kau sekarang ini
Segalanya bagiku
Hampir tiap malam
Aku terbayang-bayang dirimu
Aku sungguh rindu dirimu
Yang jauh dariku
sajak Ainur Rohma
Jauh
Bila aku berangan-angan kau ada disini
Itu wajar..
Tetapi jika aku ingin kau tepat dihadapan mataku
Itu tak mungkin
Jauh... itulah dirimu
Itulah keberadaanmu
Hingga aku hanya menunggu
Menunggu detik-detik waktu
Jauh... itulah yang kruasakan
Bagai pepohonan yang telah gersang
Bagai kehidupan yang pudar
Bagai melodi yang tak bersuara
Dan semua itu akan berakhir
Ketika kau memecahkan
Sekelompok kata yang kau janjikan
Saat dahulu kala. ..

Sajak Solehatul Ummah
Dari Matamu
Waktu demi waktu pun terus berjalan
Pertemuan itu pun ada
Walau terjadi tak sengaja
Rasa senang yang aku rasakan
Pun datang...
Dan rasa senang itu ingin aku dapatkan
Tiap jam, menit, maupun detik
Rasa senang itu selalu datang
Karena aku tak mau terkalahkan
Oleh apapun, siapapun dan kapanpun
Tapi.. rasa itu
Tak luar biasa
Tak lebih
Hanya seperti
Teman yang bertemu
Dengan teman lamanya..
Setiap waktu, kapanpun itu..
Disaat aku bertemu denganmu
Aku terus berfikir
Apa yang aku senangi dari dirimu ?
Dan semua itu terjawab
Yaitu ... dari matamu ...

Sajak Nurmalia Andriani
Separuh Hati yang Hilang
Awan mendung diwajahku tak dapat kusembunyikan
Tetes-tetes air mata kini jatuh membahasi pipiku
Hati ini tak lagi bisa menyembunyikannya
Sehingga air mata ini jatuh begitu saja
Ketika aku mendengar kau akan pergi
Jauh entah kemana kau pergi
Ketika itu juga kenangan akanmu melayang
Ingatan waktu kecilku memaksa keluar
Ingatan itu yang tak pernah lepas darimu juga
Tangisku tak dapat ku tahan lagi
Memori-memori indah tersimpan rapi di dasar otak
Kini hatiku bagai kehilangan sesuatu..
Kehilangan bagian yang ku simpan bagimu
Semakin lama ku tahan sakit ini
Semakin sakit hati ini
Kini tangisku tak ada guna lagi
Kau telah pergi
Entah kemana ku pun tak tahu
Waktu berjalan begitu cepat
Namun kau tak datang juga
Sajak Rr. Hazhiyah Zatalini
Isi Hati
Berkali-kali aku bersabar
Beribu-ribu aku maafkan
Sedetik pun tak pernah kuabaikan
Kau inginkan ini selalu kuwujudkan
Kau tak inginkan itu aku turuti
Tak pernah aku membantah maumu
Kepercayaan sayang dan cinta
Selalu hanya untukmu
Sedikit pun aku tak mau berprasangka buruk
Tapi kini kamu berubah
Sejak kita berdua berpisah
Kau mulai dustai aku kau mulai nakal di belakangku
Aku tahu kini aku hanya sahabatmu
Aku mengerti ini hanyalah masa lalu
Tapi tidak seperti ini kau lukai aku
Aku kecewa aku terluka
Maaf, maaf, maaf – hanya itu yang ada
Kau ucapkan setelah kau berdusta
Oh, dirimu yang di sana
Dengarlah isi hati yang kurasa
Aku hanya ingin kita kembali bersama
Menjalin silaturahmi sepanjang masa
Sajak Mu’hiddurrahman
Para rasul yang memilih jalan lain
Kantong kemolekan sekelebatan mata membuatnya meregang dialog
Mulai melepas satir penutup, hijab kemunafikan
Melucuti getir perasaan tali kekang para budak yang dituankan
Mengeluh, mendesah bukan karena kenikmatan yang mereka iklankan
Melainkan puncak klimaks ketidakpuasan akan indah satir molek bermanekin kebohongan
Naluri sahwat gratisme datang mengerumuni, mengirim para rasul tuk mencoba merasakan nikmat secara Cuma-Cuma
Bbahh...
Para rasul 9 dengan kungkungan kerangkeng
Munafik sudah bisa berakal dan
Berani melucuti satir molek itu
Meski harus mengibaskan pedang lentur yang
Memaksa menghilangkan mahkota dua rasul pendosa
Di malam yang dingin seperti bara kemarin,
Satu bidadari budak pun harus kedinginan,
Meregang. Menekuk lidah, telanjang dengan menonjolkan pengakuan
Kepalsuan karena
Terlucuti sudah satir itu

Sajak Fahrizal
Lorong
Ruang sempit memanjang ke depan
Menyempitkan pandanganku
Lantai ubin yang dingin
Merasuki cepat kakiku...
Binar-binar cahaya yang mengintip
Masuk dan menyinari
Memberikan kehangatan pada setiap orang
Di dalamnya
Udara yang menyelinap masuk
Melalui celah-celah kecil cendela
Memacu tekanan udara
Seperti hembusan angin musim kemarau
Yang mengelus halus menenangkanku
Seandainya dirimu seorang perempuan
Maukah kamu menjadi pacarku?

Sajak Azhar
Aku, kamu
Aku bukanlah kamu
Tapi semua milikmu milikku
Harus
Kamu merasa bagaikan aku
Tapi kamu hanya mirip aku
Bukannya persis aku
Aku bukanlah kamu
Yang selalu menginginkanmu
Tapi aku tidak butuh kamu
Karena aku bukanlah kamu
Aku...........kamu........
Kamu........aku.........
Tidak akan pernah bersatu.....
Sajak Regar
Hakim Negeri ini
Keberatan itu bisa dibeli
Jika itu kata hakim
Kebenaran sesuai peraturan
Jika itu kata ustadz
Apakah Indosesia seperti ini
Dihiasi orang-orang berpeci
Yang hanya dapat mempermainkan keadilan
Hakim apakah keadilah yang bisa kubeli?
Ya, kata sang hakim jika engkau punya uang
Ustadz apakah keadilan bisa kau permainkan?
Ya kata sang ustadz jika engkau berada di atas derajatku
INIKAH Indonesia?
Kebenaran dan keadilan berasal dari peraturan. Tapi semua itu hanya
Menjadi omongan belaka
Karena sesungguhnya kebenaran dan keadilan itu hanya dalam
Ucapan bukan perbuatan
Kapan Indonesia bisa makmur
Jika para pengurus seperti ini?
Kapan Indonesia bisa sadar
Kalau pengurus hanya memandang rakyat dengan pandang sebelah mata
Sajak Saiful Islam Al-Ghozhi
Anjing Berkalung Sorban
Apa anganmu bertanda dzikir
Bukankah sifatmu seperti rosul
Kuanggap kau pemimpin tapi bukan tuhanku
Tapi haruskah kau menjelma seperti tuhanku
Kemunafikan berada di bawah pecimu
Apa mungkin kau punya ekor di balik sarungmu
Bukankah air kencingmu juga najis
Haramku bukan berarti halalmu
Akankah diterima semua ibadahmu
Jika hanya menginginkan keadilan di neraka
Apakah kebijaksanaanmu bisa menumbuhkan
Biji rambutan di tanah nereka
Air suci pun najis jika terkena air liur keluhmu
Kamu memang haram tapi sok suci
Di hadapanku, kau mencabik-cabik
Dengan taring baca dan cakar besimu
Tapi di depan orang yang beriman kau patuh
Seperti hamba yang taat pada tuhannya
Sekarang, tertera jelas di atas dahimu
Memang kau anjing berkalung sorban
Sajak Haidar Ilhamy
Penyesalan
Awalnya aku melihat dengan semangat berkorban
Menaruh harapan dengan kepercayaan tinggi
Kumenuju ke sana dengan mengemban amanat besar
Tapi kutetap percaya kelak akan berhasil
Namun saat kumelangkah ke sana
Yang kulihat hanya kegelapan kelam
Dan raungan yang mengerikan
Dan monster pemakan kemunafikan
Cahaya yang kumimpikan hanyalah titik kecil
Yang jauh yang sulit kugapai
Kegelapan dan raungan itu terlalu kuat
Aku yang tak bersenjata terlalu lemah untuk menghadangnya
Penyesalanku sudah terlambat
Akhirnya kucoba tuk memilih cara lain
Yakni kabur dari kegelapan itu
Namun hal itu tidak juga membantuku
Akhirnya aku terseret kembali ke kegelapan itu
Dan harus berhadapan lagi dengan
Dengan kakiku yang lemah
Kucoba tuk menerjangnya
Mengakhiri keputusasaan ini
Dengan menjadikan penyesalanku sebagai kekuatan
Dan mencoba meraih cahaya yang hanya sebuah titik itu
Sajak Aldi Triyatno
Kopi Hitam
Bintang menutup senja
Tampakkanlah hitam putih arti kehidupan
Bibir kota bernyanyi riang
Ceritakan secangkir kopi hitam
Hanya seekor anjing jalanan
Sekadar mencari ceperan
Penuh tangis canda jeritan
Memupuk satu kebahagiaan
Pada semua binatang malam
Udara malam selimuti tubuhnya
Hanya berbalut kain hitam
Seperti kehidupan
Penuh tangis pada senyumnya
Dan mulai tersadar
Hanya sekadar anjing jalang
Sajak Ahmad Hanif Nugroho
Celoteh
Apakah ini yang kau anggap adil?
Apa ini kehendakmu?
Ataukah ini hanya aumanmu sebagai budak?
Kau hanya berani mengekor
Kau hanya berani berlindung di tameng rajamu
Tanpa mau bertindak sesuai dengan keadaan
Kau memang muda dan berpotensi
Tapi itu hanya dhohirmu, bukan batinmu
Apa kau orang pintar dari sekumpulan
Orang bodoh atau bahkan sebaliknya
Kau memang persetan bagi kaummu
Aku punya masalah, saya siap menghadapinya
Tapi setiap kau punya masalah kau
Malah lari terbirit-birit berharap
Lindungan rajamu
Kau berlagak jadi pemimpin’dari
Segerombolan rakyat jelata
Tapi rakyat jelata tidak selamanya
Orang bodoh yang seenaknya
Kau cabuli
Kehendakmu memang bukan kehendakku
Dan taimu juga bukan kehendakku
Atau taiku memang kamu
Dan hanya satu hal yang kuingat
Darimu
Kau memang ANJING BERKALUNG SURBAN
Kepastian
Aku tahu kau menyayangiku
Kau tahu aku juga menyayangimu
Karena itu pasti
Aku tahu kau mencintaiku
Kau tau aku juga mencintaimu
Karena itu pasti
Kau sedih, aku sedih
Kau senang, aku senang
Itu pasti
Kau memberiku yang terbaik
Aku juga ingin memberi yang terbaik
Itu pasti
Aku tak mau kau pergi
Kau juga tak mau aku pergi
Karena kita saling membutuhkan
Itu pasti
Ku tau itu pasti
Iya, aku yakin akan kepastian itu
Karena kau sangat berarti bagiku
Karena aku juga sangat berarti bagimu
Itu pasti
Karena kau
Orangtuaku............
Sajak Milda Husnul Rosa
Kekecewaan yang mendalam
Kecewa...
Itulah yang pernah dialami oleh insan
Hati terasa hampa
Pikiran
Terasa tergoyah-goyah
Jiwa terasa sakit tak menentu
Kecewa ..
Hal inilah yang telah mengganggu kehidupan
Mengganggu tuk bermuajjah
Sulit rasanya tuk hilang
Sungguh menyakitkan
Kecewa..
Telah merogohi jiwa yang tenang
Merasuk ke dalam tubuh yang dingin
Menusuk darah yang mengalir
Sungguh kekecewaan yang mendalam
Sajak Nihayatul Mardliyah
Menulis
Seakan diserang sekelompok lebah
Ketika sebuah masalah datang bertubi-tubi
Seperti terbakar api
Hati ini merasakan perihnya dilema yang melanda
Namun secepat mobil balap
Rasa perih dan bingung itu hilang
Ketika tangan ini mulai menari-nari
Dengan sebuah pena dan secarik kertas
Ya...
Seperti yang sekarang aku lakukan
Menulis dan menulis
Walaupun terkadang aku tak mengerti
Apa yang aku tulis
Puisi.. ?
Menurutku tidak
Cerpen... ?
Tidak juga
Atau sebuah karangan?
Malah tidak sama sekali
Walaupun begitu aku tidak begitu peduli
Tentang apa yang aku tulis
Yang terpenting, hati ini terasa lega
Ketika aku dapat menulis
Menuliskan semua perasaan
Dan suasana hati yang ku alami
Untuk saat ini
Dan selamanya
Sajak Sakinatul Mardiyah
Ada Kamu
Di saat gelap menghampiriku
Ketakutan merasuki hatiku
Saat tak ada yang dapat kulihat
Cahaya kasihmu kan sinariku
Hingga aku dapat melihatnya
Saat pilu menghampiriku
Hingga luka tertoreh di hatiku
Saat api membakar batinku
Balutan kasihmu kan mengobatiku
Dingin embun kasihmu kan tenangkanku
Jangan kau takut, hiburmu
Saat terang berlalu
Takkan kau biarkan aku lemah
Saat hatiku terluka
Karena kau kan selalu di hatiku
Sajak Nobi Sizuka (Jeny)
Tentang Kau dan Aku
aku nggak pernah menghapus namamu di pikiranku
aku nggak pernah melupakanmu dari aktivitasku
aku akan menyimpan namamu di hatiku
aku akan di sampingmu, ketika kamu membutuhkanku
meskipun kita jarak jauh
kamu harus percaya denganku
bahwa kami akan selalu bersama dan selamanya
aku selalu mengingatmu
setiap menit, setiap jam, setiap waktu
kami selalu cerita bersama di saat waktu yang baik
di moment sebelumnya
aku selalu membuatmu bahagia
meskipun kami tidak bersama
and one again
we were two
but we are one now
and forever. I'll love you
Sajak Andina Firdaus
Aku Merindukan Dirimu
Lama tak bertemu denganmu
Rasa rindu pun muncul di hatiku
Ku rindu dengan senyumanmu
Ku rindu dengan wajahmu
Andai aku tahu
Sedang apa kau di sana
Andai kudapat bertemu denganmu
Sungguh senang sekali hatiku
Aku di sini merenung dan merenung
Merindukan dirimu
Sungguh kau sekarang ini
Segalanya bagiku
Hampir tiap malam
Aku terbayang-bayang dirimu
Aku sungguh rindu dirimu
Yang jauh dariku
sajak Ainur Rohma
Jauh
Bila aku berangan-angan kau ada disini
Itu wajar..
Tetapi jika aku ingin kau tepat dihadapan mataku
Itu tak mungkin
Jauh... itulah dirimu
Itulah keberadaanmu
Hingga aku hanya menunggu
Menunggu detik-detik waktu
Jauh... itulah yang kruasakan
Bagai pepohonan yang telah gersang
Bagai kehidupan yang pudar
Bagai melodi yang tak bersuara
Dan semua itu akan berakhir
Ketika kau memecahkan
Sekelompok kata yang kau janjikan
Saat dahulu kala. ..

Sajak Solehatul Ummah
Dari Matamu
Waktu demi waktu pun terus berjalan
Pertemuan itu pun ada
Walau terjadi tak sengaja
Rasa senang yang aku rasakan
Pun datang...
Dan rasa senang itu ingin aku dapatkan
Tiap jam, menit, maupun detik
Rasa senang itu selalu datang
Karena aku tak mau terkalahkan
Oleh apapun, siapapun dan kapanpun
Tapi.. rasa itu
Tak luar biasa
Tak lebih
Hanya seperti
Teman yang bertemu
Dengan teman lamanya..
Setiap waktu, kapanpun itu..
Disaat aku bertemu denganmu
Aku terus berfikir
Apa yang aku senangi dari dirimu ?
Dan semua itu terjawab
Yaitu ... dari matamu ...

Sajak Nurmalia Andriani
Separuh Hati yang Hilang
Awan mendung diwajahku tak dapat kusembunyikan
Tetes-tetes air mata kini jatuh membahasi pipiku
Hati ini tak lagi bisa menyembunyikannya
Sehingga air mata ini jatuh begitu saja
Ketika aku mendengar kau akan pergi
Jauh entah kemana kau pergi
Ketika itu juga kenangan akanmu melayang
Ingatan waktu kecilku memaksa keluar
Ingatan itu yang tak pernah lepas darimu juga
Tangisku tak dapat ku tahan lagi
Memori-memori indah tersimpan rapi di dasar otak
Kini hatiku bagai kehilangan sesuatu..
Kehilangan bagian yang ku simpan bagimu
Semakin lama ku tahan sakit ini
Semakin sakit hati ini
Kini tangisku tak ada guna lagi
Kau telah pergi
Entah kemana ku pun tak tahu
Waktu berjalan begitu cepat
Namun kau tak datang juga
Sajak Rr. Hazhiyah Zatalini
Isi Hati
Berkali-kali aku bersabar
Beribu-ribu aku maafkan
Sedetik pun tak pernah kuabaikan
Kau inginkan ini selalu kuwujudkan
Kau tak inginkan itu aku turuti
Tak pernah aku membantah maumu
Kepercayaan sayang dan cinta
Selalu hanya untukmu
Sedikit pun aku tak mau berprasangka buruk
Tapi kini kamu berubah
Sejak kita berdua berpisah
Kau mulai dustai aku kau mulai nakal di belakangku
Aku tahu kini aku hanya sahabatmu
Aku mengerti ini hanyalah masa lalu
Tapi tidak seperti ini kau lukai aku
Aku kecewa aku terluka
Maaf, maaf, maaf – hanya itu yang ada
Kau ucapkan setelah kau berdusta
Oh, dirimu yang di sana
Dengarlah isi hati yang kurasa
Aku hanya ingin kita kembali bersama
Menjalin silaturahmi sepanjang masa
Sajak Mu’hiddurrahman
Para rasul yang memilih jalan lain
Kantong kemolekan sekelebatan mata membuatnya meregang dialog
Mulai melepas satir penutup, hijab kemunafikan
Melucuti getir perasaan tali kekang para budak yang dituankan
Mengeluh, mendesah bukan karena kenikmatan yang mereka iklankan
Melainkan puncak klimaks ketidakpuasan akan indah satir molek bermanekin kebohongan
Naluri sahwat gratisme datang mengerumuni, mengirim para rasul tuk mencoba merasakan nikmat secara Cuma-Cuma
Bbahh...
Para rasul 9 dengan kungkungan kerangkeng
Munafik sudah bisa berakal dan
Berani melucuti satir molek itu
Meski harus mengibaskan pedang lentur yang
Memaksa menghilangkan mahkota dua rasul pendosa
Di malam yang dingin seperti bara kemarin,
Satu bidadari budak pun harus kedinginan,
Meregang. Menekuk lidah, telanjang dengan menonjolkan pengakuan
Kepalsuan karena
Terlucuti sudah satir itu

Sajak Fahrizal
Lorong
Ruang sempit memanjang ke depan
Menyempitkan pandanganku
Lantai ubin yang dingin
Merasuki cepat kakiku...
Binar-binar cahaya yang mengintip
Masuk dan menyinari
Memberikan kehangatan pada setiap orang
Di dalamnya
Udara yang menyelinap masuk
Melalui celah-celah kecil cendela
Memacu tekanan udara
Seperti hembusan angin musim kemarau
Yang mengelus halus menenangkanku
Seandainya dirimu seorang perempuan
Maukah kamu menjadi pacarku?

Sajak Azhar
Aku, kamu
Aku bukanlah kamu
Tapi semua milikmu milikku
Harus
Kamu merasa bagaikan aku
Tapi kamu hanya mirip aku
Bukannya persis aku
Aku bukanlah kamu
Yang selalu menginginkanmu
Tapi aku tidak butuh kamu
Karena aku bukanlah kamu
Aku...........kamu........
Kamu........aku.........
Tidak akan pernah bersatu.....
Sajak Regar
Hakim Negeri ini
Keberatan itu bisa dibeli
Jika itu kata hakim
Kebenaran sesuai peraturan
Jika itu kata ustadz
Apakah Indosesia seperti ini
Dihiasi orang-orang berpeci
Yang hanya dapat mempermainkan keadilan
Hakim apakah keadilah yang bisa kubeli?
Ya, kata sang hakim jika engkau punya uang
Ustadz apakah keadilan bisa kau permainkan?
Ya kata sang ustadz jika engkau berada di atas derajatku
INIKAH Indonesia?
Kebenaran dan keadilan berasal dari peraturan. Tapi semua itu hanya
Menjadi omongan belaka
Karena sesungguhnya kebenaran dan keadilan itu hanya dalam
Ucapan bukan perbuatan
Kapan Indonesia bisa makmur
Jika para pengurus seperti ini?
Kapan Indonesia bisa sadar
Kalau pengurus hanya memandang rakyat dengan pandang sebelah mata
Sajak Saiful Islam Al-Ghozhi
Anjing Berkalung Sorban
Apa anganmu bertanda dzikir
Bukankah sifatmu seperti rosul
Kuanggap kau pemimpin tapi bukan tuhanku
Tapi haruskah kau menjelma seperti tuhanku
Kemunafikan berada di bawah pecimu
Apa mungkin kau punya ekor di balik sarungmu
Bukankah air kencingmu juga najis
Haramku bukan berarti halalmu
Akankah diterima semua ibadahmu
Jika hanya menginginkan keadilan di neraka
Apakah kebijaksanaanmu bisa menumbuhkan
Biji rambutan di tanah nereka
Air suci pun najis jika terkena air liur keluhmu
Kamu memang haram tapi sok suci
Di hadapanku, kau mencabik-cabik
Dengan taring baca dan cakar besimu
Tapi di depan orang yang beriman kau patuh
Seperti hamba yang taat pada tuhannya
Sekarang, tertera jelas di atas dahimu
Memang kau anjing berkalung sorban
Sajak Haidar Ilhamy
Penyesalan
Awalnya aku melihat dengan semangat berkorban
Menaruh harapan dengan kepercayaan tinggi
Kumenuju ke sana dengan mengemban amanat besar
Tapi kutetap percaya kelak akan berhasil
Namun saat kumelangkah ke sana
Yang kulihat hanya kegelapan kelam
Dan raungan yang mengerikan
Dan monster pemakan kemunafikan
Cahaya yang kumimpikan hanyalah titik kecil
Yang jauh yang sulit kugapai
Kegelapan dan raungan itu terlalu kuat
Aku yang tak bersenjata terlalu lemah untuk menghadangnya
Penyesalanku sudah terlambat
Akhirnya kucoba tuk memilih cara lain
Yakni kabur dari kegelapan itu
Namun hal itu tidak juga membantuku
Akhirnya aku terseret kembali ke kegelapan itu
Dan harus berhadapan lagi dengan
Dengan kakiku yang lemah
Kucoba tuk menerjangnya
Mengakhiri keputusasaan ini
Dengan menjadikan penyesalanku sebagai kekuatan
Dan mencoba meraih cahaya yang hanya sebuah titik itu
Sajak Aldi Triyatno
Kopi Hitam
Bintang menutup senja
Tampakkanlah hitam putih arti kehidupan
Bibir kota bernyanyi riang
Ceritakan secangkir kopi hitam
Hanya seekor anjing jalanan
Sekadar mencari ceperan
Penuh tangis canda jeritan
Memupuk satu kebahagiaan
Pada semua binatang malam
Udara malam selimuti tubuhnya
Hanya berbalut kain hitam
Seperti kehidupan
Penuh tangis pada senyumnya
Dan mulai tersadar
Hanya sekadar anjing jalang
Sajak Ahmad Hanif Nugroho
Celoteh
Apakah ini yang kau anggap adil?
Apa ini kehendakmu?
Ataukah ini hanya aumanmu sebagai budak?
Kau hanya berani mengekor
Kau hanya berani berlindung di tameng rajamu
Tanpa mau bertindak sesuai dengan keadaan
Kau memang muda dan berpotensi
Tapi itu hanya dhohirmu, bukan batinmu
Apa kau orang pintar dari sekumpulan
Orang bodoh atau bahkan sebaliknya
Kau memang persetan bagi kaummu
Aku punya masalah, saya siap menghadapinya
Tapi setiap kau punya masalah kau
Malah lari terbirit-birit berharap
Lindungan rajamu
Kau berlagak jadi pemimpin’dari
Segerombolan rakyat jelata
Tapi rakyat jelata tidak selamanya
Orang bodoh yang seenaknya
Kau cabuli
Kehendakmu memang bukan kehendakku
Dan taimu juga bukan kehendakku
Atau taiku memang kamu
Dan hanya satu hal yang kuingat
Darimu
Kau memang ANJING BERKALUNG SURBAN
Subscribe to:
Posts (Atom)



.jpg)











